DetikNews
Jumat 12 Januari 2018, 16:52 WIB

Dua Kendaraan Adu Banteng di Situbondo, Sopir Tewas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Dua Kendaraan Adu Banteng di Situbondo, Sopir Tewas Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Adu banteng dua kendaraan terjadi di Situbondo. Sebuah minibus jenis Daihatsu Espass DK 1275 JL terlibat kecelakaan di jalur pantura Situbondo. Diduga karena sopir mengantuk, minibus itu oleng dan menabrak truk P 7360 YU dari arah berlawanan, di jalan raya Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa. Akibat adu bodi cukup keras, bodi bagian depan dua kendaraan itu ringsek.

Kerusakan terparah dialami Daihatsu Espass, yang bodi depan dan sampingnya hancur. Nyawa pengemudinya Asmo H Fauzi (59), warga Banyuwangi, juga tak tertolong. Korban tewas akibat sejumlah luka parah di tubuhnya. Sementara truk yang ringsek bagian depan juga membuat pengemudi dan 2 penumpangnya luka-luka.

"Pengemudi minibus asal Banyuwangi meninggal dunia. Sementara pengemudi truk dan 2 penumpangnya luka-luka. Semuanya warga Desa Palangan, Kecamatan Jangkar," kata Kanit Laka satlantas Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso, Jumat (12/1/2018).

Selain sopir Saryono (52), 2 penumpang truk yang luka bernama Tolak (40), mengalami cidera otak ringan. Satu lagi, Sandi Pradana (17), mengalami sejumlah luka di wajah dan patah tulang lengan kanan. Saryono sendiri menderita sejumlah luka di bagian wajah dan kakinya.

Keterangan detikcom menyebutkan, kecelakaan melibatkan minibus dan truk itu terjadi pada Jumat (12/1) siang tadi. Saat itu, truk P 7360 YU yang disopiri Saryono (52), melaju dari arah barat ke timur. Menjelang sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul minibus dengan kecepatan tinggi.

Diduga sopir mengantuk, minibus warna merah itu mendadak oleng ke arah kanan. Karena jarak sudah terlampau dekat, pengemudi truk pun tak bisa menghindar. Brak!! Seketika itu, dua kendaraan tersebut langsung beradu moncong hingga sama-sama ringsek.

"Dugaan sementara kecelakaan dipicu pengemudi minibus yang kurang hati-hati, hingga tidak bisa memperhatikan arus lalu lintas dan tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Bisa jadi karena mengantuk, tapi bisa juga karena sebab lainnya. Kepastiannya masih diselidiki," papar Ipda Teguh.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed