DetikNews
Jumat 12 Januari 2018, 14:29 WIB

Harga Beras di Sidoarjo Masih Mahal Meski Bulog Sudah Operasi Pasar

Suparno - detikNews
Harga Beras di Sidoarjo Masih Mahal Meski Bulog Sudah Operasi Pasar Harga beras di Sidoarjo mahal meski Bulog sudah melakukan operasi pasar (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Bulog divre Jatim mulai Selasa (9/1/2018) telah melakukan operasi pasar dengan HET sebesar Rp 9.350. Namun harga beras di Sidoarjo masih mahal.

Harga beras di Pasar Baru Porong dan Pasar Larangan mulai naik awal Januari. Untuk harga beras yang kualitas rendah Rp 10.500 per kilo gram, beras sedang Rp 11.500, sementara beras kualitas super Rp 12.500.

"Mulai awal bulan Januari tahun ini harga beras mulai naik," kata Tutik (54), pedagang beras di Pasar Baru Porong kepada detikcom, Jum'at (12/1/2018).

Tutik menambahkan, untuk penjualan beras dirinya tidak melayani eceran. Pelanggannya kebanyakan membeli beras minimal 5 Kg hingga 25 Kg yang sudah dikemas dalam karung sak.

"Untuk kualitas rendah harga per saknya Rp 260 ribu, untuk kualitas sedang Rp 275 ribu, sementara untuk kualitas super Rp 295 ribu, per sak beratnya 25 kg," tambah Tutik.

Hal yang sama disampaikan pedagang beras yang lain, Wilis (42), yang mengatakan bahwa harga beras di semua kualitas naik. Yang paling rendah awalnya Rp 9.500 sekarang naik menjadi Rp 10.500, yang sedang dari Rp 10.500 naik Rp 11.500, untuk yang super dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500.

"Rata-rata naiknya harga beras sebesar Rp 1.000, namun pelanggan kami ini pedagang nasi. Beras yang paling laris yang kualitas rendah," kata Wilis.

Sementara itu Yuswati (29) pedagang beras di Pasar Larangan mengaku bahwa beras yang paling laku hanya beras kualitas redah dan sedang. Untuk kualitas super saat ini masih jarang yang membutuhkan, karena harganya masih mahal.

"Paling laris beras kualitas rendah, dan sedang, untuk kualitas super tidak jualan, jarang laku, apalagi saat ini semua beras harga naik," kata Yuswati.

Yuswati menjelaskan, sebelum harga beras naik banyak pembeli, membeli beras dengan jumlah yang banyak. Namun saat ini banyak pedagan makanan yang membeli beras secara eceran.

"Kebanyakan beli beras secara eceran, karena harga beras naik," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang nasi yang berada di Jalan Raya Porong lama Chabibah (54) mengaku dengan kenaikan harga beras saat ini, sangatlah merugikan dirinya. Meski harga beras naik, namun Chabibah tidak berani menaikkan harga makanan. Yang dilakukannya saat ini adalah menjual dengan margin keuntungan yang sangat tipis atau bahkan tidak untung.

"Satu porsi makanan dijual Rp 12 ribu, dengan harga beras naik, ambil untung dari minuman saja, kami harapkan harga beras segera turun," katanya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed