Data dari BPBD Banyuwangi, sejak Kamis sore (11/1/2018), hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Pesanggaran. Air kembali mulai naik. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiagakan personel tim reaksi cepat (TRC) serta peralatan yang dibutuhkan untuk proses penyelamatan dan evakuasi warga.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, BPBD telah melakukan pertolongan dan mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir.
"Delapan personel TRC dan seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah di lokasi. Seperti perahu, pelampung, dan mesin penyedot air, stand by di wilayah Pesanggaran," ujar Eka Muharam kepada detikcom via seluler.
Dapur umum juga didirikan untuk warga terdampak banjir (Foto: istimewa) |
Bukan itu saja, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi untuk membuka dapur umum. "Kami hubungi Dinas Sosial untuk membuka dapur umum. Karena banyak warga yang kesulitan memasak," kata dia.
Tak hanya banjir, wilayah selatan Banyuwangi juga rawan longsor. Di Kecamatan Pesanggaran atau tepatnya di Desa Kandangan terdapat sepuluh patahan tanah pada sebuah bukit yang berlokasi tak jauh dari permukiman warga. "Kalau longsor, bisa berbahaya. Ada ratusan rumah di bawah puluhan patahan itu," tambahnya.
Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Banyuwangi telah memasang alat Early Warning System (EWS) untuk memonitor gerakan tanah di bukit tersebut. "Kalau ada tanda-tanda gerakan tanah, mesin tersebut berbunyi dan memberikan peringatan kepada masyarakat untuk melakukan penyelamatan diri," pungkasnya. (iwd/iwd)












































Dapur umum juga didirikan untuk warga terdampak banjir (Foto: istimewa)