DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 10:53 WIB

Tanah Gerak Rusak Rumah di Trenggalek, Warga Pilih Mengungsi

Adhar Muttaqin - detikNews
Tanah Gerak Rusak Rumah di Trenggalek, Warga Pilih Mengungsi Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Empat rumah warga Trenggalek rusak parah akibat terjadi pergerakan tanah. Tiga di antaranya terpaksa harus dikosongkan karena nyaris ambruk.

Camat Bendungan, Nur Kholiq mengatakan pergerakan tanah terjadi di Dusun Suko, Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Tiga rumah dalam kondisi rusak parah, retakan tembok dan lantai menyebar di seluruh ruangan. Bahkan salah satu bagian rumah telah roboh.

"Empat rumah yang terdampak ini adalah milik Supeno, Sukar, Tukinem serta Maryah. Yang tiga ini sama sekali tidak bisa ditempati, sedangkan yang satu tanahnya sudah banyak retakan," kata Nur Kholiq kepada detikcom, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah serta penghuninya kini telah dievakuasi ke rumah tetangga yang lebih aman. Hal ini dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.


Tanah retak di Trenggalek rusak rumah warga/Tanah retak di Trenggalek rusak rumah warga/ Foto: Adhar Muttaqin


Kholiq menjelaskan, munculnya tanah pergerakan tanah tersebut terjadi semalam, sesaat setelah wilayah Desa Depok diguyur hujan lebat selama 2 jam.

"Pada saat itu penghuni tahu ada pergerakan tanah, mereka langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Munculnya retakan di dalam rumah itu relatif cepat," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pergerakan tanah hanya berdampak terhadap empat rumah. Sedangkan rumah warga lain dinilai masih aman karena lokasinya berjauhan.

"Untuk rumah-rumah yang rusak ini berada dalam satu deret, sehingga dampaknya hanya di situ saja," imbuhnya.

Sementara tim gabungan dari berbagai instansi melakukan pembongkaran terhadap tiga rumah warga yang rusak parah akibat bencana tanah gerak di Desa Depok.


Tanah retak di Trenggalek rusak rumah warga/Tanah retak di Trenggalek rusak rumah warga/ Foto: Adhar Muttaqin


"Jadi, dari empat rumah yang terdampak itu saat ini tiga diantaranya kami lakukan pembongkaran bersama teman-teman dari BPBD, TNI, Polisi serta masyarakat," tambahnya.

Pembongkaran terpaksa dilakukan, karena kondisi rumah mengalami kerusakan parah dan tidak layak untuk ditempati. Hampir seluruh ruangan terdapat retakan, mulai dari lantai hingga dinding.

"Retakannya cukup lebar, bahkan temboknya itu sampai putus. Di lantainya juga banyak retakan, kemudian dibsekitar rumah juga demikian," ujarnya.

Orang nomor satu Pemerintah Kecamatan Bendungan ini menjelaskan, seluruh barang-barang maupun bagian rumah yang masih bisa diselamatkan, nantinya akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed