DetikNews
Selasa 09 Januari 2018, 13:40 WIB

Dua Begal Motor Ditembak Usai Beraksi di 50 TKP

Yakub Mulyono - detikNews
Dua Begal Motor Ditembak Usai Beraksi di 50 TKP Foto: Yakub Mulyono
Lumajang - Empat pelaku begal motor dan satu penadah diamankan Polres Lumajang. Dua pelaku begal terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur. Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 16 motor hasil kejahatan. Komplotan ini diduga telah beraksi di 50 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita sita 16 motor berbagai merek. Kemudian juga 2 buah HP, 1 buah BPKB, 1 buah mesin gerinda, 1 buah STNK, 1 buah Helm serta 3 buah celurit," kata Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Izwan Nusi kepada wartawan di kantornya Jalan Alun-Alun Utara Lumajang, Selasa (9/1/2018).

Keempat pelaku begal yang ditangkap adalah Rudi (26), warga Desa Jatirejo Kecamatan Kunir, Rudi Hariyanto (28) dan Suyanto (21), warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir serta Dani (21), warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.

"Ada dua pelaku lagi yang masih buron dan masih diburu. Tapi, kedua pelaku itu sudah kita tetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya bernama Adi, warga Desa/Kecamatan Kunir dan Adim warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh," terang Rachmad.

Dia menjelaskan, salah satu korban komplotan begal ini beranama Budi Raharjo (59), warga Dusun Genteng Sari, Desa Pulo. Motor Budi dirampas di jalan Dusun Umengan, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, 7 November 2017 lalu, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu Budi berhenti di tepi jalan untuk buang air kecil.

"Saat buang air kecil, tiba-tiba dari arah belakang korban didatangi tiga pelaku. Salah satu langsung membacok korban dari belakang mengenai bagian kepala dan hidung. Sepeda motor milik korban juga dibawa kabur pelaku," terang Rachmad.

Atas kejadian itu, Tim Resmob terus melakukan penyelidikan. Sekitar 3 bulan kemudian, petugas memperoleh informasi ada warga bernama Suyono yang sering jual beli sepeda motor bodong. Tim Resmob kemudian mencari keberadaannya. Suyono pun akhirnya berhasil ditangkap. "Suyono ditangkap Jumat (5/1) sore lengkap dengan barang bukti berupa 4 unit motor," kata Rachmad.

Suyono diperiksa penyidik dan mengaku 4 unit sepeda motor itu dibeli dari Rudi dan Rudi Harianto serta Suyanto. Tim Resmob terus mencari keberadaan ketiga pelaku, dan berhasil menangkap ketiganya.

"Rudi, Suyanto dan Rudi Hariyanto ditangkap Sabtu (6/1) sekira pukul 20.00 Wib, di sebuah warung kopi di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun. Rudi dan Suyanto terpaksa kita tembak kakinya karena berusaha kabur dan tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas," ujar Rachmad.

Dari ketiga pelaku ini diperoleh keterangan bila Dani, Adi dan Adim juga terlibat dalam setiap aksi kejahatan mereka. Atas keterangan itulah, Tim Resmob langsung mencari ketiganya. Dani berhasil ditangkap Minggu (7/1) sekira pukul 22.00 WIB di rumahnya.

"Sedang Adi dan Adim berhasil melarikan diri. Sudah ditetapkan sebagai DPO. Dipastikan tidak lama lagi tergaet oleh Resmob. Dari 50 TKP ini dilakukan dengan cara kekerasan semua," tegas Rachmad.

Setiap hendak beraksi, komplotan pelaku begal ini memantau situasi dan pergerakan petugas kepolisian melalui akun media sosial grup facebook. Sehingga komplotan ini leluasa untuk melakukan aksi kejahatannya.

"Yang pasti, Rudi, Rudi Hariyanto, Suyanto serta Dani dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana hukuman penjara 9 tahun. Untuk Suyono dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang kejahatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun," pungkas Rachmad.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed