Semua Tempat Tahanan di Sidoarjo Over Kapasitas

Suparno - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 16:49 WIB
Lapas Klas I Surabaya di Porong (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah Sidoarjo mengalami over kapasitas. Kapasitas tampung di tempat tahanan itu sudah tak ideal lagi.

Rutan Medaeng di Waru saat ini dihuni 2.649 tahanan, seharusnya idealnya 504 tahanan. Sedangkan Lapaas Kelas II A Kota Sidoarjo di huni 986 warga binaan idealnya 350 warga binaan, yang terdiri dari 50 persen kasus narkoba dan 50 persen kasus kriminal

Sementara itu Lapas Kelas I Surabaya di Porong dihuni 2.502 warga binaan meliputi kasus korupsi sebanyak 44 orang, terorisme 6 orang, narkoba 1.732 orang, kasus Kriminal 718 orang, dan RMS 2 orang, seharusnya idealnya di huni 1.050 warga binaan.

"Di rutan Medaeng ini di dominasi kasus narkoba dan kriminal, 90 persen semua tahanan. Agar semua tahanan ini tidak jenuh, di berikan kegiatan keagamaan, diantaranya pengajian, khataman, serta salat taubat, dan di berikan pelatihan hiburan," kata Karutan Medaeng Bambang Haryanto kepada detikcom saat dihubungi, Jumat (5/1/2017).

Sedangkan menurut Kalapas Kelas II A Kota Sidoarjo Djumadi, sampai saat ini Lapas Kelas II A Kota Sidoarjo sudah melampui kapasitas, untuk kapasitasnya 350 warga binaan, namun hingga kini di huni warga binaan sebanyak 986 orang.

"Untuk warga binaan ini agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, misalnya tawuran, maka setiap minggunya di lakukan pemindahan," kata Kalapas Kelas II A Sidoarjo Djumadi, kepada detikcom.

Djumadi menambahkan, selain itu juga di berikan banyak kegiatan di antaranya kegiatan ketrampilan seperti pembuatan tempe, tahu, pembuatan sambel, serta kerupuk, dan kegiatan keagamaan seperti istigasah, dan pengajian.

"Yang paling penting para warga binaan ini diberikan pembinaan melalui agama, baik itu muslim maupun non muslim, sampai saat ini semua warga binaan masih rukun," tambahnya.

Sementara itu Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Riyanto mengatakan, Lapas ini dilihat dari segi luas lahan memang luas namun hanya terdiri dari delapan blok dengan jumlah warga bianan sekitar 2.505, Dari delapan blok tersebut setiap sif hanya dijaga oleh 10 personel penjagaan dan dua personel administrasi.

"Di lapas ini sudah over kapasitas idealnya dari delapan blok tersebut hanya ada 1.050 warga binaan," kata Riyanto.

Riyanto menjelaskan, dari 2.505 warga binaan tersebut didominasi oleh kasus narkoba yang paling banyak, untuk kasus lain diantaranya kasus kriminal, kasus korupsi, dan kasus terorisme.

"Di lapas kelas I Surabaya di Porong ini ada 22 orang warga asing yang menjadi warga binaan, mereka terjerat bebera kasus, paling banyak kasus kriminal," jelasnya. (iwd/iwd)