DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 19:33 WIB

Hore! Segel di SDN Kranggan I Akhirnya Dibuka

Enggran Eko Budianto - detikNews
Hore! Segel di SDN Kranggan I Akhirnya Dibuka Saat seger di SD Kranggan I dibuka (Foto: Enggran Eko Budianto)
Kota Mojokerto - Ahli waris almarhum Sareh Sujono akhirnya membuka segel di pintu gerbang SDN Kranggan I, Kota Mojokerto. Dengan begitu, mulai besok 248 siswa bisa sekolah seperti biasa.

Pembukaan ini dilakukan sendiri oleh suami Suastini, Majid, salah satu ahli waris yang mengklaim sebagian lahan SDN Kranggan I. Pembukaan segel dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah membuka gembok di pintu gerbang, dibantu Kadis Pendidikan, Kadis Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Mojokerto, polisi dan TNI, Majid melepas banner yang menutup sebagian pintu besi bercat hitam tersebut.

Pembukaan segel ini disambut haru Kepala SDN Kranggan I Endang Soenarjati. Perempuan berhijab ini sontak menangis dan nyaris pingsan tepat di pintu gerbang sekolah yang sudah dibuka. Tak henti-hentinya dia mengucapkan terimakasih ke Kadis Pendidikan dan Kadis Kimpraswil.

"Ini sampai dibuka karena ada kesepakatan dari Pemerintah Kota dan Polres Kota Mojokerto, ini isinya," kata Majid kepada wartawan di lokasi sembari menunjukkan surat keterangan hasil pertemuan di Mapolresta Mojokerto siang tadi, Rabu (3/1/2018) petang.

Surat ini berisi kesanggupan Pemkot dan Polresta Mojokerto untuk menyelengarakan mediasi antara ahli waris dengan pengusaha berinisial R terkait masalah tukar guling lahan SDN Kranggan I. Mediasi akan digelar Sabtu (6/1/2018) pagi di kantor Pemkot Mojokerto.

Disinggung adanya kemungkinan tak tercapai titik temu dalam mediasi tersebut, Majid enggan mengungkapkan langkah yang akan dia tempuh selanjutnya. Begitu juga saat ditanya nilai ganti rugi yang akan dia ajukan ke pihak pengusaha.

"Kenapa harus tanya saya, kan yang tahu saya, nanti saja tanggal 6 kejelasannya," tegasnya.

Kadis Pendidikan Kota Mojokerto Novi Rahardjo memastikan, mulai besok (4/1/2018), 248 siswa SDN Kranggan I akan belajar seperti biasa di sekolah mereka. Kegiatan belajar mengajar akan digelar mulai pukul 06.45 WIB.

"Nanti saya akan ke Ketua Yayasan STIT Raden Wijaya untuk menyampaikan terimakasih sudah dipinjami tempat untuk belajar anak-anak," terangnya.

Novi berharap sengketa lahan SDN Kranggan I antara ahli waris dengan pengusaha R bakal tuntas dalam mediasi Sabtu depan. "Kami semua berharap di situ (dalam mediasi) tuntas. Kalau rekan-rekan mau mengikuti, silakan tanggal 6 di Pemkot jam 9 dimulai," tandasnya.

Penyegelan pintu gerbang SDN Kranggan I di Jalan Pekayon 1 No 39, Kelurahan/Kecamatan Kranggan dilakukan ahli waris almarhum Sareh Sujono sejak Senin (1/1/2018). Itu dilakukan ahli waris lantaran merasa mempunyai hak atas tanah seluas 1.590 meter persegi di dalam sekolah tersebut.

Akibat penyegelan ini, 248 siswa SDN Kranggan I sempat tak bisa sekolah di hari pertama masuk usai libur panjang, Selasa (2/1/2018). Pagi tadi, kegiatan belajar para siswa menumpang di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya, Jalan Pekayon 1 No 99A, tak jauh dari sekolah mereka.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed