DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 16:55 WIB

Ini Alasan Ahli Waris Nekat Segel SDN Kranggan I Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ini Alasan Ahli Waris Nekat Segel SDN Kranggan I Kota Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Penyegelan pintu gerbang SDN Kranggan I oleh ahli waris almarhum Sareh Sujono, menyebabkan 248 pelajar tak bisa masuk sekolah. Rupanya, aksi ini sengaja dilakukan ahli waris untuk mendapatkan keadilan.

Hal itu dikatakan salah satu ahli waris almarhum Sareh Sujono, Suastini usai menggelar pertemuan dengan Pemkot Mojokerto di mapolresta. Dia mengaku mengetahui tanah miliknya diduga dicaplok pengusaha sejak tahun 2014. Tanah tersebut kemudian dipakai sebagai ganti lahan SDN Kranggan I dalam tukar guling yang dilakukan Pemkot Mojokerto tahun 1990 silam.

"Saya mencari kebenarannya, saya laporkan tahun 2016," kata Suastini kepada wartawan, Rabu (3/1/2018).

Perempuan berhijab yang saat ini berdinas di Bidang Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Kota Mojokerto ini mengakui telah melakukan penyegelan terhadap pintu gerbang SDN Kranggan I.

"Iya, kalau tak begitu kami tak ada action tak akan seperti ini. Sudah empat tahun mengurus, tapi tak ada penyelesaian yang baik," ungkapnya menjawab alasan dirinya melakukan penyegelan.

Rupanya Suastini bukan tak mempunyai hati nurani sehingga tega mengorbankan kelangsungan pendidikan 248 siswa SDN Kranggan I. Dia mengaku terpaksa menyegel pintu gerbang sekolah lantaran usahanya selama ini menuntut tanah miliknya, tak kunjung membuahkan hasil.

"Iya, nasib saya enggak difikirkan," terangnya.

Pasca pertemuan yang digelar di Aula Prabu Hayam Wuruk Mapolresta Mojokerto, Suastini bersedia membuka segel tersebut. "Inysa Allah kalu ada kesepakatan," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed