Musim Hujan Bikin Kesal Petani Cabai Ponorogo

Musim Hujan Bikin Kesal Petani Cabai Ponorogo

Charoline Pebrianti - detikNews
Selasa, 02 Jan 2018 12:35 WIB
Musim Hujan Bikin Kesal Petani Cabai Ponorogo
Lahan cabai yang kurang subur akibat hujan (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo - Sejumlah petani cabai di Ponorogo mengaku kesal dengan hasil panen kali ini. Musim hujan membuat petani cabai gagal panen.

Seperti yang dialami oleh saah satu petani cabai, Sri Rahayu (54). Tanaman cabai Sri kini banyak yang layu akibat lahannya terendam air hujan. "Banyak yang mati karena terendam air," tuturnya kepada detikcom saat ditemui di kediamannya, Selasa (2/1/2017).

Warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo ini mengaku, meski harga cabai saat ini mencapai Rp 55 ribu per kilogram, namun ia tidak bisa menikmati harga yang menggiurkan itu.

"Saya juga tidak bisa balik modal meski harganya bagus," terangnya.

Sri menerangkan, saat panen pertama saat itu harga cabai hanya Rp 9 ribu per kilogram. Namun saat harga cabai mencapai Rp 55 ribu per kilogram, tanaman cabainya justru terendam air dan banyak yang mati.

Petani cabai lainnya, Senu (55), juga mengeluhkan hal yang sama. Akibat musim hujan meski tidak terendam air, banyak bunga ditanaman cabainya yang rontok.

"Kalau bunganya rontok ya tidak bisa berbuah cabainya," jelasnya.

Selain itu, banyak cabai yang mengalami busuk buah akibat serangan lalat buah. "Banyak juga yang hitam-hitam itu kena serangan lalat buah, akhirnya ya disortir," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo, Addien Andhanawarih beberapa waktu lalu yang membenarkan kenaikan harga cabai akibat banyak petani yang gagal panen.

"Harganya melambung tinggi karena banyak petani yang gagal panen," kata Addien. (iwd/iwd)
Berita Terkait