DetikNews
Sabtu 30 Desember 2017, 21:11 WIB

Catatan Ekonomi Jatim Jelang Berakhirnya Duet Soekarwo-Gus Ipul

Rois Jajeli - detikNews
Catatan Ekonomi Jatim Jelang Berakhirnya Duet Soekarwo-Gus Ipul Soekarwo-Saifullah Yusuf (Foto: istimewa)
Surabaya - Duet kepemimpinan di Jawa Timur, Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (KarSa) mendekati masa akhir tugasnya. Selama dua periode menjabat, mereka mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih bagus dan tahan banting terhadap dampak perekonomian secara global.

"Saya tidak adil kalau menyebutkan catatan perekonomian hanya di akhir tahun 2017. Saya melihat dari awal pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul (Gubernur dan Wagub Jatim) hingga menjelang akhir dua periodenya ini, mempunyai catatan prestasi bahwa perekonomian Jawa Timur bagus dan terbaik kedua setelah DKI Jakarta," kata Wasiaturahma, Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (29/12/2017).

Ia menerangkan, dari semua sektor seperti primer, sekunder dan tertier, Jawa Timur memiliki kemajuan di bidang perdagangan, manufacturing, pertanian, dan perkebunan.

"Wajar memang kita punya daerah kabupaten dan kota terbanyak dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia," tuturnya.

Staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair ini mengatakan, selama dua periode Pakde Karwo-Gus Ipul memimpin Jawa Timur, mempunyai track record yang luar biasa positif. Berbagai terobosan yang dilakukan Pakde Karwo dengan Gus Ipul membawa Jatim unggul dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

"Jatim mempunyai Pertumbuhan Ekonomi tertinggi kedua setelah DKI dan kinerja perekonomiannya secara rata-rata selalu di atas Nasional dari tahun ke tahun, tentunya ini patut kita apresiasi," terangnya.

Dalam perspektif ekonomi, misalnya semua stakeholder paham bahwa Jatim merupakan backbone perekonomian nasional.

"Hanya Jatim dan DKI Jakarta yang memiliki tingkat PDRB lebih dari Rp 1000 triliun per tahun, itulah kehebatan duet Pak De Karwo dengan Gus Ipul," tuturnya.

Ia menerangkan, rata-rata dari 2010-2016 kontribusi paling tinggi adalah sektor industri manufaktur. Secara keseluruhan semua sektor bertumbuh positif. Di sektor ekonomi manufaktur, posisi Jatim juga tak bisa dipandang sebelah mata. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Jatim sangat luar biasa misalnya seperti minyak.

"Sekitar 25 sampai 30 persen lifting minyak nasional disumbang Jatim. Dan Jawa Timur menempati urutan kedua setelah Riau. Kita bisa membuktikan bahwa hal ini tidak mudah dicapai oleh pemimpin-pemimpin sebelum duet Pakde dan Gus Ipul," jelasnya.

Tak hanya lifting minyak yang berkontribusi secara nasional. Di sektor pertembakauan dan industri hasil tembakau (IHT), sumbangsih Jatim kepada kas Negara dari cukai rokok, sangat besar.

"Dari penerimaan cukai rokok sekitar Rp 139.5 triliun ditahun 2015 lalu, sekitar 65%-70% berasal dari pabrikan rokok besar, menengah, kecil, dan mikro yang beroperasi di Jatim," katanya.

Tingkat Pengangguran terbuka di Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 dibawah TPT Nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 memiliki tren penurunan.

TPT Jatim sejak Tahun 2015 hingga Februari 2017 terus mengalami penurunan. Dari 4,47 persen turun menjadi 4,21 persen. Sedangkan di Tahun 2017 yakni 4,10 persen. Sedangkan TPT Indonesia dalam periode sama yakni, 2015 sekitar 6,18 persen. Tahun 2016 sekitar 5,61 persen dan Februari 2017 sekitar 5,33 persen.

"Ini menandakan bahwa terjaganya iklim investasi Jatim yang berdampak pada perluasan kesempatan kerja sangat positif. Masyarakat kita juga masyarakat yang paling kondusif dan tidak ada gejolak yang berarti. Kharismatik Pakde Karwo dan Gus Ipul ke masyarakat cukup kental, dan membawa nafas yang cukup kondusif di Jawa Timur," jelasnya.

Di bidang perkoperasian, duet Pakde Karwo dan Gus Ipul juga bisa mengembangkan Koperasi Wanita (kopwan) di Jawa Timur seperti di daerah Tubam, Mojokerto, Gresik, Probolinggo dan daerah di Pulau Madura.

"Tahun 2015, ada 3500 koperasi wanita, dan sekarang sudah berjalan dan berhasil. Itu ada yang omsetnya sampai milliaran rupiah. Sehingga memiliki multiplayer effect pada perekonomian masyarakat sekitarnya, khususnya bagi perempuan," terangnya.
(roi/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed