Genjot IKM, Pemkab Trenggalek Gelar Bursa Inovasi Desa

Genjot IKM, Pemkab Trenggalek Gelar Bursa Inovasi Desa

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 28 Des 2017 16:03 WIB
Genjot IKM, Pemkab Trenggalek Gelar Bursa Inovasi Desa
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Sejumlah produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan berbagai inovasi desa di Trenggalek dikenalkan ke masyarakat luas, melalui Bursa Inovasi Desa. Kegiatan itu diharapkan mampu menjadi motivator bagi warga lain sekaligus ajang transfer ilmu.

Bupati Trenggalek, Emil Elestiato Dardak mengatakan, dalam bursa inovasi tersebut pihaknya mengumpulkan aneka produk unggulan maupun inovasi dari 14 kecamatan di Trenggalek. Mulai dari makanan olahan, kerajinan, teknologi tepat guna, hingga produk seni.

"Di sini banyak hal-hal yang menarik, contohnya tadi ada pompa hidram atau pompa air tanpa listrik, kemudian ada juga pengupas kedelai maupun alat untuk mengiris keripik tempe otomatis, ini kelihatannya teknologi sederhana tapi penting," kata Bupati Emil, Kamis (28/12/2017).

Berbagai peralatan yang dikembangkan oleh warga Trenggalek tersebut memiliki fungsi yang cukup efektif dan ekonomis. Ini untuk menunjang peningkatan produktivitas dari berbagai produk ekonomi masyarakat.

Dia menjelaskan, saat ini perkembangan teknologi dan informasi sudah mulai merambah di kawasan pedesaan, sehingga para pegiat ekonomi kecil dan menengah juga banyak yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.

Emil menambahkan, kegiatan Bursa Inovasi Desa tersebut juga sekaligus menjadi ajang transfer ilmu bagi sesama pelaku IKM maupun warga lain. Sehingga diharapkan, perkembangan ekomomi masyarakat kecil akan terdorong lebih cepat.

Pemkab Trenggalek Gelar Bursa Inovasi Desa/Pemkab Trenggalek Gelar Bursa Inovasi Desa/ Foto: Adhar Muttaqin


"Harapan kami teman-teman desa itu semakin kreatif. Ke depan, pembangunan tidak hanya didominsi oleh kota metropolis. Tapi justru teman-teman di desa ini akan punya akses teknologi yang membuat mereka bisa bersaing," ujarnya.

Orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini menambahkan, dari pameran tersebut cukup terlihat berbagai produk karya warga di pedesaan telah memiliki kemajuan yang cukup signifikan. Mulai dari kemasan, kualitas hingga pemasaran. Bahkan beberapa di antaranya juga mulai berinovasi dengan membuat konten kreatif pada kemasan produk IKM-nya, sehingga mampu menaambah daya tarik konsumen.

Sementara salah satu pengrajin lampu hias, Imron mengatakan, saat ini dia melakukan inovasi dengan membuat lampu hias dengan memanfaatkan limbah bunga kelapa.

"Kalau di sini namanya mancung, daripada hanya terbuang atau dibakar sia-sia, saya coba kreasikan. Sehingga bisa menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi," katanya.

Saat ini produk unggulannya tersebut mulai dilirik konsumen. Satu unit lampu hias dijual mulai Rp 120 ribu-Rp 500 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. (fat/fat)
Berita Terkait