DetikNews
Jumat 22 Desember 2017, 18:45 WIB

Implementasi e-Government Banyuwangi Diacungi Jempol OJK

Ardian Fanani - detikNews
Implementasi e-Government Banyuwangi Diacungi Jempol OJK Saat Bupati Anas menerima kedatangan OJK (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Implementasi e-government untuk pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Banyuwangi diacungi jempol Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya adalah Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang sangat membantu mengurus berbagai pelayanan 143 perijinan dengan menggunakan teknologi informasi.

Kepala Departemen Manajemen Resiko dan Pengendalian Kualitas OJK, Hidayat Prabowo, mengatakan apa yang dilakukan Banyuwangi dengan menciptakan Mal Pelayanan Publik merupakan terobosan yang bagus. Banyak hal yang bisa dicontoh, mulai dari pengelolaan, sistem integrasinya, hingga fasilitas yang disediakan.

"Ini di luar perkiraan kami. Menurut kami, ini dirancang dengan detail dan sangat mempermudah layanan publik. Kami menilai semua sudah berjalan dengan bagus, dan sangat informatif di sini. Semua dipikirkan dengan detail," ujar Hidayat yang datang bersama 12 anggota timnya kepada detikcom, Jumat (22/12/2017).

Hidayat pun mengaku mal pelayanan publik ini bisa menjadi benchmark bagi OJK. OJK sendiri memiliki kewenangan untuk mengawasi, menerbitkan peraturan, melakukan edukasi dan bimbingan konsumen.

"Nah, kami harus belajar dari daerah seperti Banyuwangi yang bisa membuat layanan perijinan terpadu. Inovasi ini bisa kami contoh. Saran kami, layanan yang sudah bagus ini bisa dilengkapi Service Level Agreement (SLA). SLA adalah perjanjian layanan antara kedua belah pihak untuk meningkatkan kinerja atau waktu penyelesaian pengurusan layanan," ujar Hidayat.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan mal pelayanan publik merupakan wujud komitmen Banyuwangi memberikan pelayanan terbaik bagi warga. "Semuanya cukup di sini, warga tidak perlu ke berbagai instansi untuk mengurus satu keperluan. Ini juga bentuk transparansi. Dan jika memang ada biaya resmi, pembayarannya di loket bank yang telah disediakan," ujar Anas.

Keberadaan Mal Pelayanan Publik, kata Anas, juga untuk memberikan kepastian bagi investor yang masuk Banyuwangi. "Investor cukup datang di Mal Pelayanan Publik, semua proses terbuka, bahkan advice planning juga di situ. Kalau dulu kan harus ke beberapa dinas. Pelayanan yang memudahkan rakyat seperti ini bisa direplikasi lebih banyak lagi," pungkas Anas.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed