DetikNews
Kamis 21 Desember 2017, 07:59 WIB

Ini Polwan Inspiratif Luangkan Waktu untuk Menulis Buku

Sugeng Harianto - detikNews
Ini Polwan Inspiratif Luangkan Waktu untuk Menulis Buku Aiptu Dian Ambarwati didamping Kapolres AKBP Pranatal Hutajulu/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Salah satu Polisi Wanita (Polwan) di Ngawi, ini perlu dicontoh. Meski sibuk dengan aktivitas sebagai polisi, Aiptu Dian Ambarwati juga dikenal sebagai penulis. Puluhan buku sudah ditulis sejak tahun 2013 lalu. Semua berawal dari rasa ingin mencoba menulis di media sosial (medsos).

"Awalnya, hanya iseng menulis kata-kata di facebook tahun 2009 dari layar monitor. Itupun hanya untuk konsumsi pribadi yakni berisi imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan raya agar mencari dan membaca berita," jelas Aiptu Dian kepada detikcom di ruang Kapolres Ngawi, Kamis (21/12/2017).

Awal mula pembuatan buku dilakukan pada Mei 2013 lalu. Wanita kelahiran Jayapura 12 Oktober 1972 silam, menemukan komunitas dan ikut serta dalam berbagai lomba karya tulis. Dari sanalah kemudian karya tulisnya dilirik oleh penerbit buku.

Satu tulisannya masuk dalam kumpulan cerita pendek, cerita anak, dongeng serta puisi yang diterbitkan oleh Asma Nadia tahun 2013 berjudul "Lebaran Untuk Ibu".

"Paling berkesan pertama kali menulis soal ibu saya tentang "Lebaran Untuk Ibu". Soalnya pertama kali bisa menulis dan diterbitkan," tutur wanita dua anak ini dengan haru.

Berbagai karya lainnya yang diterbitkan di antaranya Catatan Hati Pengantin (bersama Asma Nadia-2014), Meniti Pelangi (cerpen, Pena Indis-2014). Hasil karyanya pun bermanfaat untuk penghobi baca karena boleh dipinjam gratis.

"Kalau pas di rumah juga ada yang minjam. Gratis saya pinjamkan, kadang anak sekolah yang datang, anak kuliah buat bahan skripsi juga ada," ungkap wanita yang juga bersuami polisi bertugas di Polres Ngawi.

Polwan yang tinggal di Jalan Supriyadi, Dusun Dungus Kelurahan Karangasri, Ngawi ini, menuturkan alasan hobi menulisnya. Dia mengaku saat ini minat baca pada anak sangat kurang. Dirinya pun akhirnya sengaja membuat karya tentang cerita anak.

"Motivasinya karena minat baca pada anak kurang. Cerpen anak paling banyak juga ada dongeng dewasa," tandasnya sembari menata buku yang sebagian dibawa ke kantor untuk di baca anggota polisi lain.

Dalam waktu dekat, kata Dian, ada satu antologi cerpen yang berkisah tentang laki-laki dan perempuan bayang-bayang, masih dalam proses terbit. "Dari pihak penanggung jawab lomba kabar terakhir yang saya terima bakal diterbitkan pada tahun 2018 mendatang," tambahnya.

Sementara itu kegiatan menulis Aiptu Dian Ambarwati ini, mendapat dukungan penuh dari atasannya agar terus berkarya dan bisa menulis tentang kepolisian.

"Intinya saya sangat mendukung jika anggota memiliki kelebihan kemampuan dan nantinya pasti adalah penghargaan untuk anggota berprestasi," jelas Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu kepada detikcom, saat ditemui di ruangannya.


Berikut karya buku Aiptu Dian Ambarwati:

Ensiklopedia penulis Indonesia (2014-FAM), Gado-Gado Cinta (2013-cerpen, AG Litera), Cinta dan Sujudku (2013-cerpen, AE Publishing), Safari Dongeng Anak (2013-cernak, Pustaka Jingga), Pelangi Desember (2014-cerpen, Penerbit Harfeey).

Cinta Selaksa Makna (puisi-2013), Pelangi Untuk Ananda (cernak-2013), Puisi Untuk Negeri (puisi-2013), Kumpul Bocah (2015-cernak,Lovrinz publishing), Ibu Dalam Memoriku (2014-cerpen, Metakata), Phobia (puisi-2013), Sentuhan Langit (2014-cerpen), Bunga dan Cinta (2013-cerpen,Sastra), Kumcer Romantis (2017-cerpen), Jadilah Sesendok Gula (2014-cerpen, Asrifa).

Antologi Puisi Wakil Rakyat (2013-puisi), Refleksi Kehidupan (2013-puisi), Ayah, Ibu Maafkan Aku (2013-cernak, AE Publishing) dan Hijab Cinta (2014, cerpen, Asrifa). Ensiklopedi Penulis Indonesia (2014) dan Aku Tak Menyerah (2015).
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed