DetikNews
Rabu 20 Desember 2017, 16:50 WIB

Baznas Trenggalek Berikan Award Bagi Pembayar Zakat

Adhar Muttaqin - detikNews
Baznas Trenggalek Berikan Award Bagi Pembayar Zakat Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek menggelar 'Baznas Award' bagi pembayar zakat terbanyak di lingkup instansi pemerintah. Penghargaan diberikan untuk memacu para abdi negara agar tertib membayar zakat.

"Kami ingin mengapresiasi bagi yang sudah membayarkan zakatnya di Baznas, harapannya bisa memotivasi yang lain. Karena potensi zakat dari ASN (Aparatur Sipil Negara) cukup banyak, gaui pegawai itu antara Rp 800-900 miliar/tahun, kalau satu persen saja berarti sudah Rp 8 miliar," kata Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, pengumpulan zakat harta dari para ASN di lingkup Pemkab Trenggalek maupun instansi vertikal lainnya mampu memberikan manfaat yang cukup besar. Ini juga upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan maupun program sosial serta pemberdayaan masyarakat lainnya.

"Karena Baznas ini juga berafiliasi dengan program Geratakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (Gertak)," ujarnya.

Program Baznas Award ini merupakan yang pertama kali digelar oleh kabupaten/kota di Jawa Timur. Dalam anugerah ini, Baznas memberikan penghargaan terhadap tujuh lembaga pemerintah yang tertib membayar dan menjadi pemasok terbanyak dana zakat.

Wabup Trenggalek Mochammad Nur Arifin/Wabup Trenggalek Mochammad Nur Arifin/ Foto: Adhar Muttaqin


Ke-7 lembaga tersebut adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kantor Kecamatan Munjungan, Unit Disdikpora Munjungan, Unit Disdikpora Panggul, Puskesmas Slawe, Kantor Kementerian Agama Trenggalek serta SMP Negeri 2 Tugu.

Sementara Ketua Baznas Trenggalek, Mahsun Ismail, mengatakan, selain memberi penghargaan bagi para pembayar zakat, pihaknya juga menyalurkan puluhan gerobak bagi para pedagang kaki lima, untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

"Penyalurannya dana zakat melalui berbagai program, ada Trenggalek Sehat, Trenggalek Taqwa, Trenggalek Cerdas dan beberapa program lain," katanya.

Seluruh program penyaluran dan penerimaan zakat tersebut dikelola dengan profesional. Bahkan pihaknya juga akan melibatkan auditor independen untuk menganalisis seluruh dana yang dikelola Baznas.

"Pada intinya kami salurkan kepada masyarakat yang berhak, misalkan program bedah rumah, biasanya data disampaikan dari Dinas Sosial atau laporan lain, akan kami krocek dilapangan. Setelah dipastikan benar-benar membutuhkan, baru bisa disalurkan," imbuhnya.

Istri Bupati Trenggalek/Istri Bupati Trenggalek/ Foto: Adhar Muttaqin


Mantan Wakil Bupati Trenggalek ini mengakui potensi zakat harta dari para abdi negara di Trenggalek cukup besar. Bahkan bila seluruh ASN (PNS) tertib dan mau membayar zakat, maka jumlah pendapatan zakat bisa mencapai lebih dari Rp8 miliar.

"Perkembangan untuk penerimaan zakat di Baznas ini cukup bagus, dari semula sekitar Rp10 juta, meningkat menjadi Rp250 juta lebih. Tapi ini masih jauh dari harapan kami, karena kami ingin para ASN itu membayarkan zakat minimal satu persen dari gaji atau sekitar Rp40 ribu," jelasnya.

Pihaknya mengaku untuk mencapai target penerimaan zakat tersebut pihaknya mengaku harus dilakukan secara perlahan-lahan, melalui sosialisasi dan pemahaman kepada seluruh abdi negara yang ada di Trenggalek.

"Untuk sementara kami memang fokus untuk pada ASN atau PNS, namun kedepan kami juga akan mencoba untuk menggandeng masyarakat umum termasuk perusahaan yang ingin membayarkan zakat," imbuh Mahsun Ismail.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed