Dua Pelaku Curanmor di Area Sekolah Ditembak Polisi Blitar

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 14:29 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Awas, pukul 09.00 wib adalah jam rawan terjadinya tindak pencurian sepeda motor di areal sekolah. Peringatan ini disampaikan Polres Kota Blitar, setelah berhasil menangkap komplotan pencuri motor .

Aksi komplotan ini terungkap dari rekaman cctv, saat seorang siswa SMAN 4 Blitar, memarkir sepedanya di Masjid Al Mubarok di Jalan Melati, Kepanjenkidul Kota Blitar. Komplotan asal Pasuruan ini
dirobohkan petugas, karena melawan saat ditangkap sekitar tempat pencurian.

"Petugas satreskrim terpaksa melumpuhkan dua dari tiga orang pelaku, karena melawan saat ditangkap di dekat lokasi pencurian. Mereka selalu beraksi di areal sekolah sekitar pukul 09.00 wib. Awas, itu jam rawan ya. Kami harap pihak sekolah juga meningkatkan pengawasan," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar dalam jumpa pers di Mapolresta Blitar, Selasa (19/12/2017).

Ketiga pelaku yang tertangkap adalah Mohamad Basori (35) dan Nur Afandi (31) keduanya warga Kejayan, Pasuruan serta M Mukson (22) warga Bungur Kidul, Pasuruan.

"Modusnya mereka menyaru dengan memakai seragam guru dan siswa SMA saat memantau lokasi. Begitu dirasa aman, eksekusi dilakukan menggunakan kunci T," papar Ade.

Dua Pelaku Curanmor di Area Sekolah Ditembak Polisi BlitarFoto: Erliana Riady

Dalam sepekan, komplotan ini beraksi di 16 lokasi di Blitar dan Tulungagung. Mereka naik bus dari Pasuruan lalu turun di Tulungagung. Di Tulungagung mereka mencuri sepeda motor, dan dipakai untuk mencuri motor di wilayah Blitar.

"Di SMKN 1 Blitar mencuri 2 unit, SMAN 1 Blitar mencuri 1 unit sedangkan di halaman masjid Al Mubarok mencuri 2 unit," ungkap Kapolresta Blitar.

Sedangkan di Tulungagung, lokasi pencuriannya di Kampus IAIN, SMKN Boyolangu dan SMA Gondang. Mereka mendapat 9 unit sepeda motor curian.

Hasil curian itu, lanjut Adewira, langsung dibawa ke Lumajang untuk dijual. "Satu unit motor spot dijual seharga Rp 4 juta. Sementara seorang penadah berinisial S jadi DPO," kata Adewira.

Menurut pengakuan M Mukson, dia mencuri motor karena disuruh S. Dari satu unit sepeda, dia mengaku mendapat bagian Rp 1,5 juta.

"Uangnya saya pakai untuk bayar kontrakan. Selebihnya saya kasih ke anak istri," ucap Mukson sambil meringis kesakitan.

Dari aksi kejahatan ini, polisi mengamankan 3 sepeda motor hasil curian dan 2 sepeda motor yang digunakan untuk mencuri.

Komplotan ini terancam melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (bdh/bdh)