Kisah di Balik Ribuan Bulus di Wisata Sendang Tawun Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 12:29 WIB
Wisata alam Sedang Tawun/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Jika ke Ngawi jangan lupa mampir ke destinasi wisata alam Sedang Tawun. Di sendang yang ada di Jalan Raya Ngawi, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, terdapat ribuan kura-kura yang bisa memanjakan mata.

Ditambah lagi, ada ribuan binatang kura-kura sejenis bulus yang hidup di beberapa kolam tersebut. Berdiri sejak tahun 1952, destinasi wisata ini ramai dikunjungi wisatawan saat Sabtu dan Minggu.

"Memang ada banyak (bulus) jumlahnya ribuan di kolam. Tapi biasanya kalau kita butuh malah jarang muncul bersamaan. Tapi kalau pas orang ndak terlalu butuh melihat bulus (sebutan penyu) biasanya ada ribuan di pinggir kolam penangkaran," ujar Kepala UPT Tawun Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ngawi Catur Sriwuryanto kepada detikcom, Selasa (19/12/2017).

Catur menambahkan hewan bulus atau penyu yang ada di Wisata Sumber Sendang Tawun memiliki ciri khusus yakni tempurungnya berwarna hitam dengan variasi warna kuning.

Wisata alam Sendang Tawun/Wisata alam Sendang Tawun/ Foto: Sugeng Harianto


Jika pengunjung ingin melihat bulus, kata Catur, bisa memancingnya dengan memberi makan krupuk ditaburkan KE kolam. Otomatis bulus akan keluar untuk memakan kerupuk.

"Biasanya kalau dikasih makan krupuk keluar bulusnya bergerombol besar dan kecil. Ikan-ikan nila mujahir ikut keluar juga di kolam yang melingkar mulai Sumber Air Sendang Tawun," tandas Catur.

Namun, jangan sampai membawa pulang bulus yang ada di Sendang tersebut. Konon kabarnya, barang siapa yang mengambil bulus tersebut akan bernasib sial. Karena sering kejadian, pengunjung yang membawa pulang penyu tersebut jatuh sakit dan bermimpi. Dalam mimpinya tersebut pengunjung didatangi penyu dan meminta dikembalikan penyu yang dibawa.

"Selama saya bertugas di UPT Tawun ada 5 kejadian aneh. Ada pengunjung datang membawa bulus yang katanya berasal dari Sendang Tawun yang dia bawa. Katanya di rumah ada keluarga yang sakit saat mimpi diminta bulus atau penyu dikembalikan. Saya juga antara percaya dan tidak kok bisa," tutur Catur.

Penyu atau bulus di Sendang Tawun/Penyu atau bulus di Sendang Tawun/ Foto: Sugeng Harianto


Di waktu tertentu, tempat Wisata Sumber Sendang Tawun ini juga digunakan ritual Keduk Beji. Ritual ini digelar setahun sekali dan mengambil hari pasaran Jawa Selasa Kliwon. Biasanya dilaksanakan bersamaan acara bersih desa menjelang HUT RI 17 Agustus.

Dalam ritual Keduk Beji, warga beramai-ramai menguras sumber air di Sendang Tawun yang berada di dalam area lokasi wisata. Sumber air berbentuk kolam dengan luas panjang 15x20 meter dengan kedalaman sekitar 5 meter dengan penataan trap tangga batu alam di sekelilingnya. Di pinggir kolam sumber ini juga ada tempat yang dikeramatkan untuk sesaji dan berdoa.

Biasanya usai menguras bersih air sumber warga beramai-ramai menyembelih kambing. Kambingnya pun tidak sembarang kambing harus jenis kendit atau memiliki bulu warna putih di perut hingga punggung.

"Keduk beji ini ritual setahun sekali dengan menguras air di sumber hingga bersih. Setelah itu menyembelih kambing kendit yang ada bulu putih meeli gkar mulai peeerut sampai punggung. Dan ritual juga harus dilakukan hari pasaran Jawa Selasa Kliwon," jelas Juru Selam Sendang Tawun Supomo (56) yang juga sesepuh Desa Tawun msntan Kepala Dusun kepada detikcom.

Untuk masuk tak perlu harga mahal hanya Rp 5.000 per orang baik anak maupun dewasa. Pengunjung sudah bisa berenang. Soal kuliner pengunjung dapat menikmati tepo pecel atau lontong pecel seharga Rp 5.000 per porsi. Untuk oleh-oleh pengunjung bisa membeli jagung rebus manis yang harganya super murah hanya Rp 1.000 per biji. (fat/fat)