DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 14:49 WIB

Pembangunan Tol Solo-Ngawi Terkendala Pembebasan Lahan Overpass

Sugeng Harianto - detikNews
Pembangunan Tol Solo-Ngawi Terkendala Pembebasan Lahan Overpass Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Pembangunan jalan tol Solo-Ngawi masih menyisakan banyak permasalahan. Sebanyak 30 titik pembangunan jalan overpass masih dalam sengketa proses pembebasan lahan.

"Ada 30-an overpass di Ngawi masih proses pembebasan lahan oleh BPN. Belum selesai ini kebanyakan overpass yang lahannya belum bebas," jelas Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) David Wijayatno saat dihubungi detikcom, Senin (18/12/2017).

Proyel tol sepanjang 90 Km Solo-Ngawi kata David sudah progres 92%. Sisanya hanya pengerjaan asesoris dan pembebasan lahan overpass .

"Progres sudah 92%, tapi kami sudah mengupayakan untuk bisa disewa terlebih dulu sambil menunggu proses administrasi pembebasan lahan. Tapi kendalanya tidak semua warga bersedia lahannya disewa," pungkas David.

Proyek pemerintah jalan tol dikerjakan oleh PT Solo Ngawi Jaya dengan melibatkan PT Waskita Karya. Dari data PT Waskita Karya saat ini ada ratusan warga yang memikiki lahan untuk digunakan sarana overpass.

"Jumlah warga ada ratusan tapi detailnya di bagian humas tapi sekarang sedang cuti. Tapi untuk sekitar pintu keluar tol saja ada 80 an warga yang masih sengketa," jelas Kasi Administrasi Kontrak PT Waskita Karya Mohamad Asmi kepada detikcom di kantornya jalan Ahmad Yani Ngawi.

Warga yang lahannya digunakan untuk jalan overpass kata Asmi dihargai Rp 780 ribu per meter. Sementara warga menuntut tanahnya dibeli Rp 1 juta. Padahal harga tersebut dari penilaian PT Wasmita sudah di atas harga pasaran.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed