DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 14:41 WIB

Penipu Ini Kelabui Korbannya dengan ATM Berisi Rp 99 M

Zaenal Effendi - detikNews
Penipu Ini Kelabui Korbannya dengan ATM Berisi Rp 99 M Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Tiga pelaku penipuan bermodal beli kartu ATM Rp 1 juta yang berisi saldo fiktif senilai Rp 99 Miliar lebih, dibekuk. Tak hanya itu, salah satu pelaku mengaku sebagai pengusaha asal Brunai Darussalam.

Ketiga pelaku itu, Yahya Rahim warga Gili Surabaya, M Fahrizal dan Nasir, keduanya warga Petemon Kali. Satu pelaku lainnya berinisial ID, masih dalam pengejaran.

"Jadi pelaku ini mengincar korbannya yang berprofesi sebagai pengusaha yang menginap di hotel berbintang. Saat keluar dibuntuti kemudian diajak bertemu untuk diajak berbisnis," jelas Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan kepada wartawan di mapolrestabes, Senin (18/12/2017).

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengajak ke ATM ditunjukkan saldonya berisi Rp 99 Miliar lebih. "Baru korban disuruh menunjukkan modalnya di dalam saldonya. Saat korban memencet pin dihafal pelaku kemudian diajak bertukar kartu ATM," imbuh Rudi.

Pelaku penipuan bermodal beli kartu ATM Rp 1 juta/Pelaku penipuan bermodal beli kartu ATM Rp 1 juta/Foto: Zaenal Effendi


Padahal saldo yang ditunjukkan pelaku adalah fiktif dan tidak bisa diambil oleh korban.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku yang ditangkap mempunyai peran sendiri untuk meyakinkan korban. "Yahya berperan sebagai pengusaha udang, M Fahrizal mengaku sebagai pengusaha dari Brunei dan Nasir bersama ID berperan sebagai sopir," ungkapnya.

Ketiganya dibekuk setelah ada laporan dari korban dan polisi kemudian membentuk tim yang melakukan penyamaran untuk menangkap pelaku.

"Untuk kerugian korban saat ini baru 1 orang, yang mencapai puluhan juta. Kita juga imbau kepada warga yang pernah menjadi korban segera melaporkan ke Polrestabes Surabaya," tambah Rudi.

Sementara itu dari pengakuan Yahya, aksi penipuan itu tidak hanya dilakukan di Surabaya. Kartu ATM berisi saldo fiktif dibeli di Jakarta seharga Rp 1 Juta. "Sebelum Surabaya, pernah di Bali dan Jakarta," ungkap Yahya sebagai otak pelaku.
(ze/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed