Aksi ini dilakukan di sejumlah titik di jalan antar kecamatan yang menghubungkan Desa Winongan ke Desa Umbulan. Di sepanjang 3 kilo meter jalan ini memang mengalami kerusakan parah.
Protes warga ini terpusat di jalan depan Puskesmas Winongan. Warga menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak yang tengah tergenang air.
Warga juga melakukan aksi simbolis mancing bersama karena menilai jalan tersebut layaknya kolam. Selain orang dewasa, aksi ini juga melibatkan anak-anak.
"Jalan di sini rusak sudah lama. Dari sini ke Desa Tenggilis hingga Bayeman rusak. Sekitar 3 kilometer rusaknya," kata salah seorang warga, Bari, di lokasi, Senin (18/12/2017).
Menurut Bari, saat musim kemarau pengguna jalan dan warga terganggu debu. Di saat musim hujan jalan tergenang dan dan kerusakan semakin parah.
Polisi mencoba memediasi warga (Foto: Muhajir Arifin) |
"Sudah lama rusak, tapi semakin parah karena banyak kendaraan proyek (SPAM) Umbulan dan tambang lewat sini. Warga ingin segera ada perbaikan," tandasnya.
Kapolsek Winongan AKP Handoyo yang mengawal jalannya aksi mengatakan aksi tersebut murni karena warga menuntut agar segera dilakukan perbaikan jalan.
"Intinya warga ingin segera diperbaiki. Bisa perbaikan sementara misalnya diuruk lalu diratakan, yang penting jalan bisa nyaman dilewati," kata Handoyo.
Ia mengaku sudah membantu warga dan pihak terkait, di antara pelaksana proyek SPAM Umbulan, pengusaha tambang dan aparat kecamatan, untuk melakukan mediasi.
"Tadi sudah kami panggilkan pihak dari proyek SPAM Umbulan dan pihak pengusaha tambang dan pihak. Katanya mereka sanggup segera melakukan perbaikan, tapi masih menunggu waktu yang tepat. Apalagi saat ini kan masih hujan," pungkasnya.
Aksi tanam pisang dan mancing di jalan ini menyita perhatian warga dan pengguna jalan. Setelah dijanjikan akan segera ada perbaikan, warga bubar dengan tertib. (iwd/iwd)












































Polisi mencoba memediasi warga (Foto: Muhajir Arifin)