Ini Penjelasan Polisi Soal Nenek Tumirah Meninggal Diduga Kelaparan

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 18 Des 2017 12:57 WIB
Foto: Yakub Mulyono/File
Jember - Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian nenek Tumirah (60). Warga Dusun Krajan Kulon, Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Jember, ini diduga meninggal karena kelaparan.

"Hanya visum luar. Hasilnya tidak ada tanda-tanda adanya penganiayaan. Apakah dia meninggal karena kelaparan atau tidak, kita tidak tahu karena itu harus melalui proses autopsi. Pihak keluarga tidak mau (autopsi) dan menyatakan menerima kematian korban," kata Kapolsek Jombang AKP Makruf saat dihubungi, Senin (18/12/2017).

Dugaan Tumirah meninggal karena kelaparan disampaikan Kanit Resmob Polres Jember Wilayah Barat, Aiptu Gunawan yang melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah Tumirah.

"Dugaan sementara kelaparan, perutnya tipis," kata Gunawan di lokasi penemuan jenazah Tumirah di tepi tangkis sungai Dusun Pondok Waluh, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Sabtu (16/12). Namun untuk memastikan, harus dilakukan autopsi.

Makruf menjelaskan, awal ditemukannya Tumirah sebenarnya di tepi sungai. Kemudian oleh warga diangkat ke semak-semak. Selanjutnya, jenazah dibawa ke puskesmas Desa Padomasan, Kecamatan Jombang untuk divisum.

"Awalnya kita tidak tahu identitasnya. Ketika di puskesmas itu ada warga yang datang. Setelah dicek, ternyata itu jenazah Bu Tumirah. Kemudian oleh pihak keluarga dibawa pulang untuk dimakamkan. Di puskesmas itu memang tidak lama, langsung dibawa keluarga," terang Makruf.

"Kalau dia meninggal kelaparan atau tidak, kami tidak tahu. Yang bisa kami sampaikan adalah tidak ada unsur penganiayaan atau tindak kejahatan yang membuat korban meninggal dunia," tambahnya.

Makruf juga menyampaikan, dari keterangan pihak keluarga, Tumirah memang sakit-sakitan karena usia. Wanita itu juga mengalami kepikunan. "Korban juga sering jalan keluar rumah," tandasnya.

Mengenai kondisi ekonomi Tumirah, Makruf juga mengaku tidak tahu. Sebab Tumirah bukan warga Kecamatan Jombang. "Dia ini kan warga (kecamatan) Umbulsari. Jadi bagaimana kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-harinya saya tidak tahu," pungkas Makruf. (fat/fat)