Ini Potret Atlet Tembak Asal Ponorogo yang Sarat Prestasi

Ini Potret Atlet Tembak Asal Ponorogo yang Sarat Prestasi

Charolin Pebrianti - detikNews
Minggu, 17 Des 2017 14:19 WIB
Ini Potret Atlet Tembak Asal Ponorogo yang Sarat Prestasi
Foto: Istimewa
Ponorogo - Alfian Wijaya (36) merupakan atlet tembak asal Ponorogo yang memiliki banyak prestasi. Kecintaannya terhadap olahraga ekstrim ini bahkan mengantarnya jadi juara dalam berbagai kejuaraan tembak.

Deretan prestasi yang berhasil ditorehkan mulai dari juara 1 Danlanal Malang tiga posisi 17 meter visir tahun 2015, juara 2 Brawijaya Cup Surabaya 27 meter tiga posisi tahun 2015, juara 1 dan 3 lomba Universitas Brawijaya 2015 tiga posisi 33 meter pcp dan 17 meter, juara 1 tiga posisi 33 meter, juara 1 beregu 300 meter rifle tiga posisi senjata api pada HUT Kalimantan Timur (lombanya di Balikpapan), juara 2 Dandim Cup Situbondo tiga posisi pcp 33 meter tahun 2016.

"Dan lima besar seleksi PON Jatim 2016 di Pusdik Brimob Watukosek 300 meter high power rifle," tuturnya kepada detikcom, Minggu (17/12/2017).

Warga Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo ini menambahkan kecintaannya terhadap olahraga tembak sudah ditekuni sejak kelas 1 SMP. Ia memilih berkonsentrasi di lapangan sebagai atlet, namun oleh Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Ponorogo disekolahkan untuk mengikuti kepelatihan nasional sebagai coach type c perbakin.

Alfian Wijaya, Atlet Tembak Ponorogo/Alfian Wijaya, Atlet Tembak Ponorogo/ Foto: Istimewa


"Saat ini saya juga disibukkan dengan kegiatan sebagai pelatih, melatih adik-adik pelajar untuk cabor menembak," jelasnya.

Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini bahkan juga berhasil mengantar anak didiknya menjadi juara. Di antaranya juara 2 jarak 10 meter ARH Dandim Cup Situbondo 2017 atas nama Rajendra Veda dan official Porprov 2015 di Banyuwangi.

Bapak satu orang anak ini menerangkan prestasi yang berhasil ditorehkan tidak lepas dari kesulitan. Mulai dari kurangnya support sponsorship hingga banyak calon atlet muda yang mudah putus, tidak punya mental juara.

"Banyak yang mundur dengan sendirinya," imbuhnya.

Ia berharap dengan aktifnya kembali Perbakin Ponorogo serta dukungan berbagai pihak, bisa membawa cabor tembak menjadi cabor yang bisa membawa nama harum Ponorogo. "Harapan saya hanya satu semoga olahraga yang dipandang jadi perusak alam ini (padahal sangat tidak) bisa membawa nama harum Ponorogo," pungkasnya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini