Kepala Dinkes Tulunggagung, Mochammad Mastur mengatakan, kelima pasien tersebut telah mendapatkan perawatan intensif dan pemeriksaan secara mendetail. Dari hasil uji laboratorium kelima pasien dinyatakan negatif difteri.
"Meski demikian dalam proses penanganan medisnya, sudah sesuai standar penanganan difteri," kata Kadinkes Mastur kepada wartawan, Jumat (15/12/2017).
Saat ini seluruh pasien yang berciri-ciri keluhan awal mirip penyakit difteri tersebut telah sembuh dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
Menurutnya, selain melakukan perawatan intensif, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap warga yang ada di lingkungan pasien. Dari proses tersebut dinas kesehatan juga tidak menemukan ada penderita baru.
"Sehingga kami pastikan, penyakit yang diduga difteri tersebut tidak menular ke lingkungan atau warga sekitar," ujarnya.
Mastur menjelaskan, saat ini pihaknya juga akan melakukan langkah pencegahan dengan melakukan vaksinasi massal di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar, yakni Rejotangan dan Sumbergempol.
"Karena infonya di sana ada yang positif. Harapan kami penyakit tersebut tidak menyebar di Kabupaten Tulungagung, " imbuhnya.
Dikatakan dia, meskipun tidak masuk kategori kejadian luar biasan (KLB), pihaknya tetap akan melakukan pencegahan, agar wilayahnya terbebas dari Difteri. Untuk proses tersebut, pihaknya mengaku telah mengirim surat ke provinsi guna mendapatkan izin, sekaligus memperoleh vaksin yang akan digunakan.
"Secara nasional sudah disediakan sekian juta untuk vaksin tersebut, karena dari perkembangan yang ada, kelihatannya penyakit tersebut ada peningkatan di beberapa daerah," jelasnya. (fat/fat)











































