DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 19:35 WIB

Driver Gojek Dilatih Antar Obat ke Warga Miskin di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Driver Gojek Dilatih Antar Obat ke Warga Miskin di Banyuwangi Driver gojek mendapat latihan untuk pengantaran obat (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan gojek melakukan pengantaran obat ke rumah pasien. Para mitra pengemudi atau driver gojek pun dilatih khusus untuk pengantaran obat. Ini dilakukan karena obat termasuk barang yang mempunyai standar operasi tertentu.

Pelatihan khusus yang melibatkan apoteker ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan distribusi maupun kerusakan obat saat sampai kepada pasien. Para driver gojek ini mendapatkan pelatihan pendistribusi obat. Mulai memastikan bahwa obat telah diterima pasien sesuai nama, alamat, dan nomer rekam medis, hingga apa saja yang perlu diperhatikan saat mengantar obat ke pasien.

"Setelah pelatihan, mereka mengikuti serangkaian tes. Yang lolos ujian yang akan diberikan kartu identitas resmi dari RS sebagai pengantar obat," jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada sejumlah wartawan, Kamis (14/12/2017).

"Obat itu berbeda dengan barang lain. Obat harus tetap aman, tetap stabil dan harus cepat sampai kepada pasien agar bisa dikonsumsi. Bahkan, sebelum meluncurkan program ini kami koordinasi dengan apoteker dan Kementerian Kesehatan," tambah Anas.

Gagasan Pemkab Banyuwangi tentang inovasi layanan antar obat ke rumah pasien disambut baik oleh gojek. Dalam program yang diluncurkan pertengahan November lalu tersebut, gojek mengantarkan obat ke rumah pasien yang dirawat jalan di rumah sakit daerah. Saat ini sudah disediakan pos khusus di rumah sakit. Seusai berobat ke dokter dan mendapatkan resep, pasien datang ke shelter khusus, lalu diproses petugas.

Pelatihan diberikan karena Ini dilakukan karena obat termasuk barang yang mempunyai standar operasi tertentuPelatihan diberikan karena Ini dilakukan karena obat termasuk barang yang mempunyai standar operasi tertentu (Foto: Ardian Fanani)

"Selama ini saya melihat ada pasien yang masih harus menunggu obat. Ini memakan waktu, khususnya obat tertentu yang waktu peracikannya lama. Kan kasihan, sudah sakit masih harus disuruh menunggu. Maka muncul inovasi ini," papar Anas.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat menjelaskan, meski diantar gojek, rumah sakit milik pemerintah daerah itu tetap memantau ketepatan pengiriman obat. "Sebelumnya, pasien telah diedukasi tentang obat yang dikonsumsinya saat menyerahkan resep," ujarnya.

Selain sinergi dengan gojek, Banyuwangi juga memiliki program layanan antar obat "Gancang Aron" (Lekas Sembuh). Program ini lebih mengarah pada pelayanan "home care", di mana apoteker mendatangi warga yang membutuhkan edukasi lebih tentang pengobatannya.

"Layanan ini untuk kasus penyakit tertentu yang butuh edukasi ekstra. Misalnya, penyakit TBC," ujarnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed