DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 10:23 WIB

Didiet Maulana Desainer Tas Grammy Awards Apresiasi Tenun Kediri

Andhika Dwi - detikNews
Didiet Maulana Desainer Tas Grammy Awards Apresiasi Tenun Kediri Foto: Andhika Dwi
Kediri - Didiet Maulana, desainer perancang tas hadiah Grammy Award 2016 yang dinobatkan sebagai fashion entrepreneur oleh majalah gaya hidup di Indonesia, mengapresiasi kerajinan tenun asli Kota Kediri.

Hal itu diungkapkan Didiet saat mengunjungi sejumlah sekolah kejuruan di Kota Kediri. Yakni, SMKN 2 dan SMKN 3 Kota Kediri. SMKN 2 salah satunya, sudah setahun lebih bersama dengan Pemkot Kediri melaksanakan kegiatan Ekskul tenun.

"Kota Kediri menurut saya sangat beruntung, karena memiliki hasil tenun yang luar biasa berasal dari nilai kultur dan bernilai ekonomi sangat tinggi dilihat dari hasil tenunnya," kata Didiet kepada detikcom di Kediri, Kamis (14/12/2017).

Tak hanya hasil tenunnya, pelajar dan kalangan muda di Kota Kediri memiliki minat belajar dan mengembangkan kerajinan tenun yang sangat tinggi.

"Banyak sekali anak muda yang tertarik dengan dunia tenun. Apalagi pemerintah kota sangat mendukung tenun ikat dengan menyediakan alat tenun bukan mesin bagi instansi sekolah," jelas pria yang pernah menciptakan karya tas hadiah untuk pemenang Grammy Awards 2016 lalu.

"Tenun ikat asli Kediri ini sangat khas dan berbeda dengan tenun daerah lain, menurut saya sangat istimewa," tegas Didiet.

Senada dengan Didiet, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Kediri, Silviana Veronica menjelaskan, kain tenun di Kota Kediri memiliki kekhasan. Perajinnya selain ibu rumah tangga, anak muda juga ada.

"Kain tenun Kota Kediri ini unik dan khas, selain karena perajinnya berasal dari kalangan muda, juga coraknya berbeda dan warnanya menarik khas Kota Kediri," jelas Veronica.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 2 Kediri, Mashari Krisna Edy menjelaskan sudah tahun ajaran ini SMKN 2 Kediri sudah bisa memenuhi kebutuhan seragam sebanyak 2.000 potong untuk 7 jurusan di SMKN 2 Kediri.

"Sudah satu tahun ini, sekolah kami melakukan produksi sendiri kain tenun ikat dan memenuhi kebutuhan seragam sebanyak 2.000 potong jain tenun untuk siswa 7 jurusan," ucap Mashari.

Salah seorang pelajar kelas 11 SMKN 2, Amalia (17) mengaku sudah 3 bulan lebih dirinya belajar tenun. Dirinya berharap saat lulus keahlian tenun yang dimiliki menjadi keahlian tambahan untuk masa depannya.

"Sudah 3 bulan lebih saya belajar tenun dengan alat tenun tradisional ini, semoga setelah lulus, bisa menjadi pelengkap keahlian pendidikan kejuruan saya," ucap Amalia

Dari pantauan detikcom di lapangan, kerajinan tenun di Kota Kediri berpusat di daerah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, menjadi kekayaan tersembunyi. Dan kini mulai dikenal kalangan designer lokal maupun nasional.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed