"Setiap orang memiliki berbagai definisi mengenai Natal, ada yang mengartikan natal adalah hadiah, dan lain-lain, namun bagi saya Natal adalah Allah datang mencari yang hilang," ujar Gembala Sidang REC Pdt. Yakub Tri Handoko di sela perayaan natal di Aula Pondok Kasih, Selasa (12/12/2017) malam.
Acara ini sengaja digelar bertujuan berbagi sukacita kepada kaum yang dimarginalkan oleh maayarakat. Salah satunya, kaum waria. Saat natal seperti ini, para waria memaknai natal dengan lebih mengenal atau memperhatikan kaum sesama.
"Tujuannya adalah untuk berbagi sukacita kepada kaum marginal karena natal bermakna Allah mencari kita yang hina, jadi kita ingin menghidupi makna natal tersebut dengan cara lebih mengenal dan memperhatikan kaum marginal," ujar Pdt. Yakub.
Diharapkan dengan acara ini, jemaat dapat memahami pergumulan spesifik yang dimiliki kaum marginal agar makna natal relevan bagi pergumulan para kaum waria.
"Harapan saya banyak ya, salah satunya saya berharap jemaat dapat memahami pergumulan spesifik yang dimiliki kaum marginal dan menjadikan makna natal relevan dengan pergumulan tersebut," tandas Yakub.
Sementara para waria maupun jemaat REC yang mengikuti perayaan Natal tersebut mengaku senang.
"Saya senang mengikuti acara ini, acaranya meriah," ujar Suprapti S (65), salah satu waria yang mengikuti acara Natal tersebut.
"Saya senang dan bersyukur bisa beribadah bersama mereka (kaum waria), karena ibadah seperti ini sangat jarang. Melalui ibadah ini saya belajar untuk mengasihi mereka yang tersisihkan" ujar Priska Cinthia Sondakh (25), salah satu jemaat REC. (fat/fat)










































