DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 17:39 WIB

Korban Tewas di Lubang Harta Karun Rela Biayai Penggalian Rp 25 Juta

Yakub Mulyono - detikNews
Korban Tewas di Lubang Harta Karun Rela Biayai Penggalian Rp 25 Juta Foto: Yakub Mulyono
Jember - Lubang galian di petak 42 RPH Mayang, Jember memakan korban. Empat orang kekurangan oksigen dan menghirup gas mesin penyedot air saat melakukan penggalian. Tiga orang meninggal dan satu orang dirawat di RS.

Ironisnya, para korban ini yang membiayai proses penggalian di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, hingga mengeluarkan uang Rp 25 juta.

Baca Juga: Terjebak di Lubang Saat Cari Harta Karun, 3 Orang Meninggal

"Jadi, korban ini bukan pekerja yang dibayar untuk melakukan penggalian. Justru mereka yang membiayai penggalian ini. Totalnya mencapai Rp 25 juta," kata Wakapolres Jember, Kompol Edo Satya Kentriko di Mapolres Jember, Senin (11/12/2017).

Edo menjelaskan, para korban ini tertarik melakukan penggalian harta karun setelah mendengar cerita dari Tomo alias Pak Ririn, warga Desa Suboh, Kecamatan Pakusari. Kepada para korban, Tomo mengaku mendapat wangsit bahwa di petak 42 milik perhutani ada tersimpan harta karun peninggalan Bung Karno. Untuk mengambil harta karun itu, maka diperlukan penggalian.

Lokasi lubang yang dianggap harta karun Bung Karno/Lokasi lubang yang dianggap harta karun Bung Karno/ Foto: Yakub Mulyono


"Pak Tomo ini merupakan salah seorang warga yang disegani di tempat tinggal korban. Jadi korban ya percaya dengan cerita Tomo. Begitu juga ketika Tomo mengatakan butuh dana Rp 25 juta untuk melakukan penggalian, korban ini juga menyanggupinya. Akhirnya para korban ini sepakat iuran," terang Edo.

Setelah terkumpul Rp 25 juta, uang itu kemudian ditransfer ke rekening Iwan alias Aji Bagus, warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi. "Iwan ini rekan Tomo. Dia juga yang meminta korban mentransfer ke rekening Iwan. Alasannya untuk biaya operasional. Dan kalau ada sisanya, uangnya bisa diputar," kata Edo.

Baca Juga: Ini Perlengkapan Ritual Penggalian Harta Karun Tewaskan Tiga Orang

Dengan uang dari para korban itulah akhirnya proses penggalian dilakukan. "Dimulai sekitar tanggal 3 Desember lalu. Ada sekitar 8 orang yang melakukan penggalian. Dari peristiwa kemarin itu, tiga meninggal, satu kritis dan empat berhasil selamat," terang Edo.

Dia juga menyatakan, polisi telah mengamankan Tomo dan Iwan guna dimintai keterangan. Mengenai statusnya, masih sebatas saksi. "Sementara masih saksi, kita lakukan gelar perkara untuk memastikan status keduanya," tegas Edo.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed