Belasan Anak SD di Kabupaten Malang Sempat Terindikasi Difteri

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 11 Des 2017 16:19 WIB
Pemberian Imunisasi Difteri di Kab Blitar/Foto: Erliana Riady
Malang - Belasan anak sekolah dasar di Kabupaten Malang sempat dinyatakan terindikasi difteri. Keberadaan anak-anak terindikasi difteri ini menyebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Lulus Condro mengatakan, anak-anak (terindikasi difteri) itu keberadaannya menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti Wagir, Kepanjen, dan Lawang.

"Indikasi itu terungkap sejak Januari-Desember 2017. Jumlahnya ada sekitar 12 anak suspect difteri," ujarnya dikonfirmasi wartawan, Senin (11/12/2017).

Ada dugaan, anak-anak tersebut menderita difteri karena lingkungan sebelumnya (luar Kabupaten Malang). Artinya, sumber penularan atau terjangkitnya penyakit disebabkan bakteri corynebacterium diphtheriae bukan dari wilayah Kabupaten Malang.

Meski ditemukan belasan anak suspect difteri. Kabupaten Malang tidak masuk daerah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri, seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Tetapi kita tak masuk daerah KLB, ada indikasi anak-anak tertular dari daerah luar Kabupaten Malang," tegasnya.

Dikatakan, masyarakat terus diimbau untuk melakukan upaya preventif agar terhindar dari serangan difteri. Dengan cara melakukan imunisasi lengkap.

"Sehingga kekebalan tubuh anak menjadi kuat. Untuk 12 anak terindikasi suspect difteri telah dilakukan penanganan sesuai prosedur. Yaitu dengan jalan epidemologi dan pelacakan rumah penderita untuk diberikan obat pencegahan difteri dan mencegah penyebaran dari penyakit itu," tuturnya.

Sementara, pernyataan berbeda disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malanng Abdulrachman. Menurutnya, hasil uji laboratorium terhadap 12 anak tersebut, diketahui negatif.

"Hasil uji lab negatif," tegasnya terpisah.

Menurut dia, Dinkes Kabupaten Malang telah memiliki sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit berpotensi wabah.

Program tersebut dijalankan melalui Suteramas, yakni survey epidemilogi terpadu berbasis masyarakat. "Kader kesehatan di tingkat RT dan RW sigap dalam mendeteksi adanya penyakit menular secara cepat, sehingga penanganan maupun pencegahan bisa dilakukan sesegera mungkin," tandasnya. (bdh/bdh)