Rumah di Blitar yang Diviralkan Berhantu Kondisinya Kosong 10 Tahun

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 09 Des 2017 12:29 WIB
Rumah di Blitar yang diviralkan berhantu (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Rumah di Blitar yang viral karena dikabarkan berhantu tapi ternyata hoax adalah rumah tak berpenghuni alias kosong. Rumah itu telah kosong selama 10 tahun.

Rumah yang menghadap Selatan itu milik pasutri Sukijan dan Suratin. Mereka mempunyai tiga anak, pertama Imam Syafii (59), kedua Binti Zulaikah meninggal di usia 12 tahun dan terakhir Zaenal Mustofa (51).

Menurut keterangan tetangga sebelah rumah kosong, Zahrodah (60), rumah di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar itu kosong sejak tahun 2007 lalu.

"Sejak Bu Suratin sakit, rumah ini tak ditempatinya lagi karena Bu Suratin dirawat di rumah anaknya. Rumah ini kosong selama 10 tahun. Sebelumnya lampunya terus nyala siang malam, tapi gak tahu kok sekarang malah dibiarkan padam," katanya pada detikcom saat berkunjung ke desa itu Jumat (8/12/2017).

Menurut Zahrodah, sebetulnya rumah kuno itu tak selama itu selalu kosong. Ada beberapa orang yang diijinkan menempati. Namun selalu diusir karena kelakuan mereka yang tidak diinginkan sang pemilik.

"Dulu pernah ada duda punya anak cantik dua. Tiap malam rumah ini dipakai nongkrong pemuda desa lain sampai malam, akhirnya sama Pak Syafii disuruh pindah," ungkap istri Sarjono ini.

Kemudian ada juga wanita penjual sayur tinggal, tapi juga tak lama. Karena tidak mau membayar listrik rumah itu.

"Mereka itu gak ngontrak, jadi gak bayar. Hanya diijinkan menempati daripada kosong. Tapi ya ada saja ulahnya yang bikin Pak Syafii jadi kurang berkenan," ujar Zahrodah.

Baca juga: Viral Rumah Hantu di Blitar, Polisi: Kabar Itu Hoax

Imam SyafiiImam Syafii (Foto: Erliana Riady)
Baca juga: Rumah Hantu di Blitar yang Viral, Warga: Kosong Tapi Tak Berhantu

Lalu, di mana anak-anak pasangan Sukijan-Suratin tinggal. Dari informasi yang dihimpun, ternyata rumah Imam Syafii hanya sekitar 300 meter barat rumah kosong itu. Detikcom pun bergegas kesana.

Rumah Imam Syafii rupanya juga dijadikan tempat ngaji anak-anak kecil desa itu. Seperti kesibukan Imam Syafii dan istrinya sedang mengajar anak-anak ngaji saat detikcom datang ke rumah itu.

Dengan ramah, istri Syafii mempersilahkan masuk, dan langsung menemui suaminya.

"Iya rumah itu sudah lama kosong. Sejak emak sakit terus saya rawat disini. Kalau cerita-cerita hantu itu, saya ya percaya ya tidak. Memang makhluk ghaib itu ada kok, hanya saya kok gak pernah ketemu langsung," kata pria berkacamata ini.

Menurut Syafii, rimbunan pohon bambu kuning di timur rumahnya itu, sejak keluarganya tinggal disana sering didatangi dukun.

"Adik saya yang perempuan, Binti Zulaikah itu sejak kecil sakit-sakitan. Para dukun itu bilang, di tempat tumbuhnya bambu kuning itu memang jalan raya alam ghaib," katanya.

Namun rekam medis dari rumah sakit menyatakan bahwa Binti yang meninggal di usia 12 tahun, akibat penyakit TB yang komplikasi dengan pembengkakan jantung. (iwd/iwd)