DetikNews
Jumat 08 Desember 2017, 09:42 WIB

BI Gandeng Ponpes Aplikasikan Layanan Keuangan Digital

Yakub Mulyono - detikNews
BI Gandeng Ponpes Aplikasikan Layanan Keuangan Digital Foto: Istimewa
Jember - Bank Indonesia (BI) gencar melakukan sosialisasi dalam rangka menggelorakan semangat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Sejak digulirkan tahun 2014, BI terus menggandeng semua pihak untuk mempercepat terwujudnya Layanan Keuangan Digital (LKD).

Salah satu yang menjadi sasaran adalah lingkungan pendidikan keagamaan, yakni pondok pesantren (ponpes). Di Jember, BI memilih Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, sebagai titik pilot projek program LKD itu.

"Sebenarnya tidak hanya di lingkungan pondok pesantren, tapi juga untuk semua agama di Indonesia. Seperti di Kupang kita sasar kalangan agama Katolik," jelas Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Apep Muhammad Komara, Jumat (8/12/2017).

Layanan non tunai ini, menurut Apep, mempunyai banyak kelebihan bagi masyaraka, khususnya di lingkungan pondok pesantren. "Dengan sistem pembayaran non tunai lebih efisien, pengawasan serta pencatatan hingga pelacakan transaksi lebih mudah. Dengan kata lain, keamanan lebih terjaga karena dapat diakses melalui aplikasi android. Selain itu, biaya pencetakan uang fisik saat ini lebih mahal daripada nilai uangnya, sehingga biaya lebih efisien bagi BI," terang Apep.

Selain di Ponpes Nuris, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember juga menargetkan 4 pondok pesantren di Jember yang akan mendapatkan layanan keuangan digital. Bahkan ke depan, selain menggandeng kalangan pondok pesantren, BI juga akan menggandeng pemerintah daerah untuk layanan non tunai.

Pengasuh Ponpes Nuris, KH Muhyiddin Abdusshomad, menyambut baik layanan non tunai di lingkungan pondok pesantren ini. Bahkan dia berharap semua ponpes yang ada di Jember bisa mengaplikasikan gerakan ini dalam setiap transaski di lingkungan pondok.

"Ini sangat bermanfaat untuk kepentingan pesantren dan masyarakat. Saya berharap semua pondok pesantren yang ada di Jember melakukan gerakan non tunai," ujar KH. Muhyiddin.


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed