DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 18:37 WIB

Kejari Tulungagung Tahan 2 Tersangka Pungli Siswa Baru

Adhar Muttaqin - detikNews
Kejari Tulungagung Tahan 2 Tersangka Pungli Siswa Baru Kasi Intel Kejari Tulungagung Dody Wicaksono (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung - Kejaksaan Negeri Tulungagung menahan dua tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungutan liar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 2 Tulungagung. Dua tersangka merupakan guru SMPN tersebut.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung Dody Wicaksono mengatakan, tersangka yang ditahan adalah Rudy Bastomi (44) warga Desa/Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung selaku Waka Kesiswaan SMPN 2 Tulungagung yang saat itu menjabat Ketua Panitia PPDB dan Supratiningsih (56) warga Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru yang merupakan koordinator operasional PPDB serta guru kelas SMPN 2 Tulungagung.

"Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan dan selanjutnya akan dilakukan penuntutan di Pengadilan Tindak pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya," kata Dody kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).

Proses penahanan dilakukan setelah tim penyidik Polres Tulungagung melakukan pelimpahan atau tahap dua ke Kejari Tulungagung. Usai proses serah terima berkas dan tersangka, petugas langsung melakukan penahanan dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tulungagung menggunakan mobil Nissan Evalia nopol AG 335 RP.

"Selain tersangka, kami juga menerima pelimpahan barang bukti uang tunai Rp 33,5 juta yang dimasukkan dalam amplop berkop SMPN 2 Tulungagung," jelasnya.

Dody mengaku akan segera menindaklanjuti pelimpahan tersebut, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu 20 hari kedepan berkas sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Eddy Suwito mengaku pasrah dengan penahanan tersebut, namun ia akan mengkaji langkah kejaksaan itu. Pihaknya mengklaim masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membela kliennya agar bisa mendapat keringanan hukuman.

"Kami harus profesional, sudahlah diikuti saja, mau apa lagi," ujarnya kepada wartawan.

Kasus dugaan pungutan ini terjadi setelah Satgas Saber Pungli Polres Tulungagung melakukan operasi tangkap tangan. Dalam proses pendaftaran siswa baru, pihak panitia memberikan amplop kepada orang tua calon siswa baru untuk diisi sejumlah uang, agar bisa diterima di sekolah favorit tersebut.

Namun aksi itu akhirnya terendus oleh Satgas Saber Pungli dan dianggap sebagai salah satu bentuk pungutan liar.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed