Pengguna jalan yang melintas di jalan poros nasional Lamongan-Surabaya diharap berhati-hati. Karena di sejumlah titik jalannya bergelombang dan banyak yang berlubang. Kerusakan jalan terjadi hampir merata di seluruh kawasan Lamongan, mulai dari Kecamatan Babat yang berbatasan dengan Bojonegoro hingga Kecamatan Deket yang berbatasan dengan Gresik.
"Kalau lewat jalan di Lamongan ini, serasa naik kuda. Bergelombang banget," ujar Adi, saah satu pengguna jalan kepada detikcom, Selasa (5/12/2017).
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi hingga menyebabkan nyawa melayang. Bahkan, dalam sehari dua nyawa melayang karena terperosok jalan berlubang di kawasan jalan poros ini, yaitu di sekitar Stadion Surajaya Lamongan dan di Desa Rejosari, Kecamatan Deket pada 2 Desember lalu. Korban tewas setelah jatuh akibat terperosok dan tertabrak kendaraan yang ada di belakangnya.
Jalan di jalur Surabaya-Lamongan bergelombang dan banyak lubang (Foto: Eko Sujarwo) |
Banyaknya jumlah kecelakaan di jalur poros Pantura, membuat Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan terus intens melakukan pemeriksaan. Kasatlantas Polres Lamongan AKP Anggi Ibrahim Saputra harusbekerja keras. Anggi mengatakan, anggota setiap hari berjaga dan berpatroli di sepanjang jalur poros ini. Anggi menjelaskan, anggota Satlantas tidak pernah absen dalam pengaturan arus lalu lintas di wilayah Lamongan.
"Pengaturan lalu lintas merupakan bentuk pelayanan prima pihak kepolisian khususnya Polres Lamongan sehingga diharapkan masyarakat dapat beraktifitas dengan aman dan lancar," jelas Anggi.
Selain banyak jalan poros yang rusak dan berlubang, di Lamongan juga dilintasi rel KA yang posisinya tidak rata dan sering membuat pengguna jalan terjatuh. Seperti yang terjadi hari ini, di sela-sela pengaturan lalu lintas, petugas kepolisian yang melihat ada tumpahan oli tercecer di bantalan Rel Kereta Api yang sangat membahayakan pengguna jalan. Petugas pun membersihkan tumpahan oli dengan sekam padi.
"Kami berharap ada upaya dari pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan, sehingga korban tidak terus berjatuhan," katanya. (iwd/iwd)












































Jalan di jalur Surabaya-Lamongan bergelombang dan banyak lubang (Foto: Eko Sujarwo)