DetikNews
Senin 04 Desember 2017, 16:59 WIB

Diduga Tanah Gerak, Enam Rumah di Trenggalek Alami Retak

Adhar Muttaqin - detikNews
Diduga Tanah Gerak, Enam Rumah di Trenggalek Alami Retak Ada 6 rumah retak di trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Enam rumah di Kecamatan Panggul, Trenggalek mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah. Retakan terjadi pada tembok, lantai, serta beberapa sudut rumah.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek di Kecamatan Panggul, Suratno, mengatakan, lokasi retakan tersebut terjadi di rumah penduduk di Dusun Krajan, Desa Manggis, Kecamatan Panggul.

"Retakan ini sudah berlangsung sejak satu minggu terakhir, ini tadi baru saja dilakukan pengecekan di lokasi kejadian. Kelihatannya tidak terjadi pergerakan dan masih sama seperti kejadian awal," katanya, Senin (4/12/2017).

Menurut Suratno, kondisi retakan di dinding dan lantai rumah warga tersebut bervariasi, di beberapa dinding rumah lebar retakan mencapai lebih dari 15 sentimeter. Meski demikian seluruh warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi.

Hal senada disampaikan anggota TNI yang sempat melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian, Suyanto. Menurutnya, sebelum terjadi retakan secara sporadis di perkampungan warga, sempat terdengar suara pohon patah.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian ternyata di kebun di dekat rumah Pak Riyanto itu ada tanah ambles yang panjangnya kurang lebih 50 meter. Sedangkan rumah yang terdampak itu ada enam unit," ujarnya.

Keenam rumah yang terdampak tersebut adalah milik Boiran, dengan kondisi tembok teras rumah terputus. Kemudian rumah milik Sumaji dan Tukimun dengan kerusakan retak lebar pada tembok depan serta lantai teras hancur.


"Kemudian teras rumah milik Ponijan dan Subono juga retak-retak, sedangkan untuk rumah milik Riyanto, halaman depannya longsor. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi pergerakan tanah yang ada, terutama pada saat turun hujan. Dikatakan Riyanto, munculnya retakan tersebut terjad setelah wilayah Kecamatan Panggul di guyur hujan dengan intsnsitas tinggi selama beberapa hari.

Selain di Desa Manggis, retakan tanah juga terjadi di Desa Terbis, Kecamatan Panggul. Lokasi retakan berada di dekat permukiman atau persis di atas lokasi retakan tanah yang terjadi akhir 2016 lalu.

"Jadi lokasinya di atasnya longsor yang lama. Alhamdulillah untuk di rumah-rumah penduduk belum ada yang retak," kata Kepala Desa Terbis, Supardi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed