Warga Sidoarjo Protes Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai

Suparno - detikNews
Senin, 04 Des 2017 15:06 WIB
Foto: Suparno
Sidoarjo - Ratusan warga tergabung dalam Gerakan Anak Sidoarjo Setia (Ganass) memprotes pencemaran limbah yang dibuang ke sungai, oleh PT Sekar laut grup. Aksi Ganass yang dilakukan di depan Pendopo Wibawa Delta Sidoarjo, Jalan Cokronegoro, ini juga memprotes bau kurang sedap di lokas tersebut.

Mereka berorasi dan membawa poster berisi tuntutan agar pabrik tersebut ditutup. Puas berorasi di depan pendopo, mereka menuju ke pabrik PT Sekar Laut di Jalan Jenggolo, yang berjarak 1,5 Km. Massa juga menutup saluran dengan semen menggunakan satu unit truk molen.

Korlap aksi, Chamim Putra Ghafoer mengaku aksi warga Desa Kemiri, ini dipicu lantaran tidak tahan dengan bau yang tidak sedap dari pembuangan limbah PT Sekar Grup.

"Ini aksi kedua untuk memprotes pembuangan linbah. Aksi yang pertama tidak digubris, makanya kita lakukan lagi," kata Chamim kepada wartawan di depan PT Sekar laut, Senin (4/12/2017).

Chamim menambahkan bau tidak sedap itu mengganggu warga sejak puluhan tahun lalu. Namun warga tidak bisa berbuat banyak. Warga pun khawatir dengan kesehatan anak-anaknya.

"Warga khawatir bau tidak sedap ini mengganggu kesehatan anak-anaknya. Apalagi, bau ini sudah puluhan tahun lamanya," tambah Chamim.

Seorang warga Desa Kemiri, Iswin Arizal (30) membenarkan bau tak sedap itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Kami mencium bau tidak sedap ini setiap hari. Namun warga tidak bisa berbuat banyak. Kami pun berharap Pemkab Sidoarjo turun tangan menangani kasus ini," kata Iswin pada wartawan.

Sementara General Manager PT Sekar Laut Wiliam Cung mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait baku mutu air limbah. Jika ada masyarakat yang menggangap ada pencemaran limbah, itu tidak benar.

"Itu tidak benar kalau ada limbah yang mengganggu, memang benar kami membuang limbah tapi sudah dilakukan proses yang layak memenuhi standart," tandasnya.

Sementara puas melakukan aksinya, massa membubarkan diri dengan tertib. Polisi yang mengawal aksi warga hingga ke Jenggolo pun juga membubarkan diri. (fat/fat)