Cegah Banjir Terulang, Ini yang akan Dilakukan Bupati Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 30 Nov 2017 09:43 WIB
Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Curah hujan tinggi membuat Pemkab Ngawi was-was. Bahkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono tak ingin peristiwa banjir dan longsor terbesar tahun 2007 dengan 19 korban jiwa, terulang.

Bupati Ngawi sudah menyatakan siaga banjir. Persiapan dini dilakukan Pemkab Ngawi dengan menyiapkan perahu karet dan pelampung. Bahkan telah disiagakan ke daerah paling rawan banjir.

"Siaga banjir saat ini mengingat curah hujan yang hingga hingga bulan Februari. Sehingga kita sudah tempatkan perahu karet dan pelampung di masing-masing daerah yang rawan banjir. Kita tak ingin banjir besar 2007 dengan korban 12 meninggal terulang di Ngawi," kata Bupati Kanang-panggilan akrabnya kepada detikcom di pendopo Pemkab Ngawi, Kamis (30/11/2017).

Perahu Karet/LCR, menurut Bupati Kanang, yang siap ada 3 buah. Perahu itu akan ditempatkan di Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar. Daerah tersebut sangat rawan banjir dari luapan Bengawan Solo. Beberapa perahu kayu atau fiber juga telah ditempatkan di Kecamatan Kwadungan. Kecamatan Kwadungan ini juga rawan banjir luapan sungai bengawan Madiun.

"Sudah ditempatkan di desa yang rawan banjir lainnya, termasuk Desa Simo, Kwadungan. Untuk pelampung saat ini siap kurang lebih 125 buah," ungkap Kanang.

Dia menambahkan dalam upaya pencegahan banjir pihaknya juga menanam 144 ribu pohon. Ratusan pohon itu tersebar di 19 kecamatan, utamanya daerah yang dilalui Sungai Madiun dan Bengawan Solo.

"Kita telah canangkan program menanam 144 ribu pohon bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang diharapkan dapat mengurangi ancaman banjir dan longsor di Ngawi," kata Kanang.

Penanaman pohon jenis buah-buahan telah disiapkan Dinas LH Kabupaten Ngawi. Dari rincian 144.030 bibit pohon dan buah, akan ditanam tersebar di 19 kecamatan di 215 desa dan kelurahan. Pembagian secara bertahap juga melalui sekolah-sekolah.

"Ini merupakan program pohon asuh yang di canangkan untuk mencegah banjir. Untuk simbolid kita tempatkan di Taman Dusun Candi yang merupakan terdekat dengan sungai bengawan Madiun," jelas Kepala Dinas LH Ngawi Setiyono kepada detikcom.

Setiyono menuturkan tanaman yang sudah tertanam yakni 19%. Tanaman pohon dipilihkan jenis buah seperti jeruk, jambu, duren dan kelengkeng. Untuk pengadaan bibit menelan anggaran Rp 4 miliar.

"Kita anggarkan Rp 4 miliar dalam program penanaman pohon ini. Kita kemas dalam pohon asuh melibatkan juga pelajar di sekolah," pungkas Setiyono. (fat/fat)