Gagal Bajak Truk Ekspedisi, Tiga Komplotan Perampok Diringkus

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 28 Nov 2017 14:14 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Aksi pembajakan truk boks pengangkut obat nyamuk di By Pass Mojokerto berhasil digagalkan polisi. Pelaku yang berjumlah 5 orang sempat membawa kabur truk berisi uang Rp 63,6 juta serta menyandera sopir dan kernet truk tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, truk ekspedisi nopol L 8862 VA yang dikemudikan oleh Nurhadi, warga Desa Kedungrukem, Benjeng, Gresik itu melaju dari Jombang ke Surabaya. Truk yang mengakut 20 karton obat nyamuk ini hendak mengirim barang ke Surabaya.

Di dalam mobil boks tersebut juga ditumpangi kenek Heri Purwanto, asal Ngagel, Surabaya dan sales obat nyamuk Eko Santoso (35), warga Margorejo, Surabaya.

Tiba di By Pass Mojokerto, Desa Jampirogo, Sooko, Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 14.30 Wib, truk menepi lantaran Eko ingin buang air kecil. Sejurus kemudian, sebuah mobil Avanza warna merah maroon menghampiri truk ekspedisi tersebut.

"Dari mobil itu turun 5 pelaku, dua korban yang ada di dalam truk disekap di mobil pelaku," kata Leonardus kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Selasa (28/11/2017).

Sementara salah seorang pelaku Rianto (39), asal Kelurahan Banyu Urip, Sawahan, membawa kabur truk korban ke arah Surabaya. Selain berisi 20 karton obat nyamuk, juga terdapat uang tunai Rp 63,6 juta yang diletakkan di dalam brankas, tepatnya di bawah kursi penumpang.

Sadar truk boks yang ditumpangi dibajak, setelah buang air kecil Eko melapor ke pos lalu lintas 902 Jampirogo. Petugas lalu lintas pun menyebar ciri-ciri truk tersebut. Hasilnya, truk dan pelaku pembajakan Rianto berhasil ditangkap di By Pass Mojokerto, tepatnya di depan SPBU Meri.

Berbekal keterangan Rianto, lanjut Leonardus, petugas memburu mobil Avanza yang menyandera dua korban. Mobil tersebut berhasil dihentikan di Terimal Mojosari, Mojokerto. Kedua sandera berhasil diselamatkan. Polisi juga meringkus dua pelaku, tapi dua pelaku lainnya berhasil kabur.

"Kami baru menangkap 3 dari 5 pelaku, uang korban juga kami temukan," terangnya.

Selain Rianto, pelaku yang berhasil diringkus petugas adalah Yuliono (42), warga Kelurahan Perak Timur, Surabaya dan Tedy Permono (41), warga Kelurahan Gundih, Surabaya. Sementara dua pelaku yang masih buron diketahui bernama Ade dan Didik.

"Tersangka kami kenakan Pasal 365 KUHP, ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," tegasnya.

Pelaku Rianto mengaku sudah merencanakan pembajakan truk ini sehari sebelum menjalankan aksinya. Dibantu Ade yang merupakan mantan rekan kerja korban, dia bersama komplotannya mengetahui persis tempat penyimpanan uang tunai yang dibawa korban.

"Saya sudah tahu kalau truk membawa uang karena mendapat info dari Ade yang pernah kerja di sana, Ade juga ikut beraksi," ungkapnya.

Pria yang sehari-hari menjadi tukang tato ini berdalih nekat merampok untuk menfakahi istri dan ketiga anaknya. "Rencananya kalau sudah hasil dibagi rata 5 orang. Kalau saya mau buat menafkahi keluarga. Karena jasa tato hasilnya tak menentu," tandasnya. (fat/fat)