DetikNews
Sabtu 25 November 2017, 21:12 WIB

Santripreneur Award 2017, Ini Harapan KEIN

Rois Jajeli - detikNews
Santripreneur Award 2017, Ini Harapan KEIN Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Komite Ekonomi dan Industri Indonesia (KEIN) menyambut baik Santripreneur Award 2017 yang digelar Santripreneur Indonesia. KEIN berharap, pesantren di era digital seperti sekarang ini dapat memperkaya perannya menjadi lebih besar yakni, sebagai pusat inkubasi dakwah berbasis kewirausahaan.

"Pesantren diharapkan mampu mencetak entrepreneur-entrepreneur berbakat, yang tidak hanya bisa berdakwah ke umat, tapi juga bisa mensejahterakan umat dengan menciptakan banyak lapangan pekerjaan," kata Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif KEIN Irfan Wahid di sela Santripreneur Award 2017 di gedung JX International Convention Center, Surabaya, Sabtu (25/11/2017).

Putra dari pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahudin Wahid ini menerangkan, dunia bergerak menuju ke zaman teknologi. Termasuk di Indonesia, yang data pengguna internet pada Januari 2017 meningkat menjadi 132,7 juta jiwa atau sekitar 51 persen dari total penduduk Indonesia.

"Kini angka penetrasi digital bergerak menuju ke angka 56 persen,' tuturnya.

Saat ini sebagian besar pesantren hanya mengajarkan santri untuk berdakwah dan membawa manfaat kepada umatnya saja. Kata Irfan, sudah saatnya para santri diajarkan mengenai ilmu-ilmu kewirausahaan. Apalagi sudah ada contohnya bahwa, Rasulullah Muhammad SAW juga dikenal sebagai pedagang yang ulung.

"Menjadi santri sekaligus entrepreneur tentunya akan dapat membawa manfaat luar biasa kepada masyarakat sekitar. Multiplier effect yang dihasilkan tentunya juga akan sangat besar," jelasnya.

Menurutnya, dalam rangka memperbesar multiplier effect dari program tersebut, para santri-santriwati dibekali dengan pengetahuan tentang digital. Tujuannya, santri yang alumni pesantren tidak hanya piawai dalam berdakwah, tapi juga menjadi santripreneur dengan ilmu entrepreneurship dan digital marketing yang mumpuni.

"Diharapkan efek ke depannya akan lahir banyak tech innovator berbasis santri millenial," tuturnya.

Jumlah ponpes di Indonesia saat ini sebanyak 28.691 dengan total santri sebanyak 3,65 juta santri atau sekitar 1,4 persen penduduk Indonesia. Sedangkan provinsi yang terbanyak tersebar ponpes adalah Jawa Timur.

"Kita berharap Jawa Timur seharusnya menjadi pusat inkubasi skala besar yang bisa melahirkan entrepreneur yang bermanfaat bagi umat," tandasnya.
(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed