DetikNews
Sabtu 25 November 2017, 19:31 WIB

Fashion Show Islami Ini Sajikan Pesona Hutan Baluran

Ghazali Dasuqi - detikNews
Fashion Show Islami Ini Sajikan Pesona Hutan Baluran Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Fashion show Islami yang dikemas lewat Best Situbondo Carnival (BSC) ke-4 menyajikan pesona Hutan Baluran, Sabtu (25/11/2017). 160 Peserta yang dibalut busana menyajikan keindahan kawasan Hutan Baluran yang berada di ujung timur Kabupaten Situbondo itu.

Karnaval yang mengusung tema 'The Sacredness of Baluran' disajikan melalui beberapa konsep untuk memamerkan keindahan Baluran, yang dikenal dengan Afrikanya Jawa. Mulai dari Vegetasi Savana, Hutan Mangrove, Merak, Macan Tutul, Butterfly dan sebagainya.

Seluruh peserta berlenggak-lenggok di atas catwalk aspal jalan raya sejauh 1,5 Km. Tepatnya dari depan Pendopo Kabupaten Situbondo di Jalan Kartini hingga Jalan Pemuda.

"BSC 4 ini menampilkan seni fashion show tentang keunikan dan keindahan hutan Baluran. Harapannya akan dapat menambah khazanah dan pilihan masyarakat untuk mengetahui keindahan dan keunikan Baluran," kata Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto.

Taman Nasional Baluran selama ini memang dikenal cukup apik. Ada tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Di musim kemarau, suasananya serba kering, cokelat, vegetasi pepohonan yang meranggas seperti di Afrika.

Di kawasan konservasi seluas 250 km2 tersebut, wisatawan juga dapat menjumpai kawanan hewan liar. Mulai banteng, merak, kijang, bahkan macan tutul ada di sabana Baluran.

Bupati Dadang menegaskan, BSC 4 yang mengusung tema tentang Hutan Baluran ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, dalam merangsang dan memfasilitasi masyarakat. Bahkan tahun depan, sejumlah tokoh musik etnik dan anak-anak muda Situbondo akan menggelar tampilan musik etnik di kawasan Baluran. Dengan begitu, bidang seni dan budaya menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyongsong tahun kunjungan wisata 2019 mendatang.

"Saya kira ini start yang cukup bagus. Target kita Situbondo nanti menjadi daerah kunjungan wisata. Sebab kita punya sumberdaya alam yang memadai. Disamping itu saat ini budaya-budaya yang terpendam mulai digali lagi. Sehingga bisa dimaknai sebagai bangkitnya budaya," papar Dadang.

BSC 4 cukup menarik perhatian masyarakat. Ada ribuan warga berjejer menyaksikan di sepanjang rute yang dilalui peserta. Selain berlenggak-lenggok, sesekali peserta juga mengekspresikan busana yang di kenakan dengan gerakan dan ekspresiinya di depan penonton.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed