DetikNews
Kamis 23 November 2017, 15:59 WIB

Berkat Orang Ini, Peresmian di Polrestabes Surabaya Berjalan Lancar

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Berkat Orang Ini, Peresmian di Polrestabes Surabaya Berjalan Lancar Gaya Purnomo saat melakukan ritual menangkal hujan (Foto: Budi Sugiharto)
Surabaya - Seorang pria paruh baya nampak menengadahkan tangannya ke atas di depan Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya. Sesekali tangan itu dinaik turunkan. Sesekali serban yang dia bawa dia kibas-kibaskan.

Bukan tanpa maksud, ternyata pria yang bernama Purnomo tersebut sedang 'menghalau hujan'. Purnomo merupakan pawang hujan. Hari ini, dia mendapat tugas membuat areal Polrestabes Surabaya bebas hujan.

"Iya, dapat perintah itu, menghalau hujan," ujar Purnomo.

Hari ini memang Polrestabes Surabaya mempunyai kegiatan. Kapolda Jatim meresmikan sejumlah bangunan pelayanan publik seperti e-gate, gedung SPKT dan SKCK, serta Gedung Bhara Daksa. Agar acara lancar, hujan diharap tidak turun terlebih dahulu selama acara.

Namun saat Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal memberikan sambutan, hujan ringan turun. Namun tak sampai semenit, hujan itu sudah berhenti meski mendung gelap masih menggantung.

Saat hujan turun itulah Purnomo melakukan ritualnya. Dan terbukti, hujan hanya turun sebentar lalu berhenti.

"Sebenarnya hujan itu tak bisa ditolak tapi hanya bisa dipindah. Di luar sini (Polrestabes Surabaya) sedang hujan deras," kata Purnomo.

Purnomo mengaku tak ada uba rampe khusus atau benda-benda khusus untuk menangkal hujan. Dia hanya mengandalkan doa saja.

"Saya melaksanakan ini karena Allah, jadi apa yang kita doakan, memohon yang kita minta, insya Allah dikabulkan karena keikhlasan. Doanya doa quur sambil tangan diarahkan ke atas," lanut Purnomo.

Pria 62 tahun ini mengaku memang ada ritual khusus menjadi pawang hujan. Salah satunya adalah melakukan puasa penuh selama seminggu. "Itu dilakukan setahun sekali," jelas Purnomo.

Purnomo menggaris bawahi kata ikhlas. Menurut Purnomo, ikhlas lah yang membuat apa yang dilakukannya berhasil. Yang punya hajat ikhlas, dia pun juga harus ikhlas.

"Saya berharap bayaran segini atau meminta bayaran segitu aja sudah dianggap tidak ikhlas. Semuanya harus ikhlas," terang Purnomo.

Salah satu syarat yang biasanya diminta Purnomo kepada yang punya hajat adalah keleluasaan. Purnomo meminta dirinya dibebaskan berkeliling areal yang tak boleh terkena air hujan.

"Saya tadi juga sudah berkeliling, di dalam maupun di luar Polrestabes," aku Purnomo.

Purnomo mengaku jarang libur selama musim hujan. Permintaan untuk menangkal hujan selalu ada. Armatim, Marinir, kepolisian, dan hotel-hotel di Surabaya biasanya selalu mengunakan jasanya.

"Itu kalau musim hujan. Kalau musim kemarau, bukan tangkal hujan yang diminta. Kalau musim kemarau biasanya saya banyak menerima permintaan dicarikan jodoh dan penglaris," tandas bapak 3 anak ini.

Purnomo benar-benar melakukan tugasnya. Selama kegiatan berlangsung hanya insiden hujan ringan sebentar itu yang terjadi. Setelah itu, hujan tak turun. Namun begitu kegiatan selesai, perlahan-lahan gerimis mulai menitik. Dan sebentar kemudian hujan pun turun.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed