DetikNews
Selasa 21 November 2017, 16:21 WIB

Sekeluarga di Surabaya Terserang Bakteri Tikus, 1 Orang Meninggal

Zaenal Effendi - detikNews
Sekeluarga di Surabaya Terserang Bakteri Tikus, 1 Orang Meninggal Foto: iStock
Surabaya - Bakteri tikus melanda Surabaya. Akibatnya, seorang warga meninggal dunia akibat bakteri yang diduga berasal dari air kencing tikus ini.

Bakteri ini menyerang keluarga Sukatono-Suparmi dan 3 anaknya yang tinggal di Jalan Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung.

Bahkan, nyawa Sukatono tidak tertolong usai tidak dapat menggerakkan badannya. Sukatono meninggal dunia di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Sabtu malam (18/11) dan dimakamkan keesokan harinya.

Sigit Ketua RT 10 Kelurahan Babatan mengatakan jika pihaknya bersama warga tidak mengetahui penyakit yang dialami pasutri tersebut.

"Keduanya mengalami gejala sakit yang sama, muntah, makanan tidak bisa masuk, tubuh menguning, bahkan lemas dan tidak bisa digerakkan selama hampir sepekan kemudian dibawa ke rumah sakit," kata Sigit, saat ditemui di rumah korban bakteri tikus, Selasa (21/11/2017).

BACA JUGA: Ini Gejala Orang yang Terkena Penyakit Kencing Tikus

Sedangkan sang istri, lanjut Sigit, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Wiyung Sejahtera. Tak hanya itu, ketiga anak Suparmi juga terkena bakteri yang menyebabkan meninggal ayahnya.

Ketiga anaknya yakni, YDH (18), AAH (8) dan A (3). Namun ketiganya saat ini dirawat di rumah salah satu saudaranya.

Kepala Puskesmas Wiyung, Novia menerangkan kemungkinan penyakit yang menimpa keluarga tersebut adalah leptospirosis yakni penyakit bakteri yang tersebar melalui air seni hewan yang terinfeksi.

"Leptospirosis sendiri sebenarnya adalah penyakit yang sangat jarang terjadi, di Indonesia kasusnya kurang dari seribu per tahun," ungkapnya.

Menurutnya, jika terserang bakteri ini harus ditangani tenaga medis dan memerlukan uji dan tes laboratorium. "Jika tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan hati, bahkan kematian," imbuh Novia.

Untuk gejala bakteri leptospirosis yang wajib diperhatikan dan diketahui warga yakni, ngilu-ngilu, demam tinggi, sakit kepala, perdarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah.

Pihaknya mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau ke rumah sakit jika mengalami gejala penyakit tersebut.

"Penyebaran bakteri sendiri dapat melalui urine tikus langsung, air atau genangan yang terdapat tikus atau bahkan makanan," pungkas dia.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed