DetikNews
Minggu 19 November 2017, 13:45 WIB

Kejari Usut Dugaan Korupsi SPBU Trenggalek, Tahan 1 Pegawai

Adhar Muttaqin - detikNews
Kejari Usut Dugaan Korupsi SPBU Trenggalek, Tahan 1 Pegawai SPBU yang menjadi obyek kasus (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi SPBU milik koperasi Pemkab Trenggalek. Kasus itu diperkirakan merugikan keuangan negara Rp 800 juta.

Kasi Intel Kejari Trenggalek Mohammad Taufik mengatakan, dalam perkara tersebut pihaknya telah menetapkan Kepala Bagian Keuangan SPBU, ER, sebagai tersangka. Bahkan penyidik telah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan dan kini dititipkan di Rutan Kelas II B Trenggalek.

"Untuk kerugian secara pastinya berapa, kami masih menunggu hasil perhitungan yang dilakukan oleh pihak inspektorat, tapi dari pemeriksaan awal sekitar Rp 800 juta itu," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (19/11/2017).

Dijelaskan Taufik, tindak pidana korupsi itu dilakukan pada tahun 2016. Tersangka diduga kuat sengaja menyelewengkan uang hasil penjualan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang berada di depan Terminal Surodakan untuk keperluan di luar perusahaan.

"Jadi, dari operator SPBU, uang penjualan BBM disetorkan semuanya ke ER, tapi sebagian uang itu tidak disetorkan ke bank. Uang tersebut kan muter, termasuk untuk keperluan belanja (DO) BBM," ujarnya.

Dijelaskan Taufik, tindak penyelewengan keuangan perusahaan tersebut tidak hanya sekali dilakukan, namun diduga telah berulang kali, sehingga kerugian terakumulasi menjadi Rp 800 juta.

"Saat kami lakukan pemerikaaan tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan uang itu," imbuhnya.

Penyidik Kejari Trenggalek ini mengaku hanya menetapkan satu orang tersangka, karena dari proses pemeriksaan, tindak penyelewengan dilakukan oleh satu orang. Meski demikian, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut.

"Barang bukti yang kami sita berupa dokumen-dokumen penjualan, DO dan berbagai laporan. Sedangkan untuk saksi yang diperiksa sudah belasan, mulai dari operator hingga pejabat di Pemkab Trenggalek," imbuhnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed