DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 18:51 WIB

Kirab Bendera Ramaikan Gerak Jalan Perjuangan Mojosuro

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kirab Bendera Ramaikan Gerak Jalan Perjuangan Mojosuro Kirab benderan sepanjang 173 meter warnai gerak jalan perjuangan Mojokerto-Suroboyo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto-Suroboyo (Mojosuro) diikuti ribuan warga Jatim. Acara rutin untuk memperingati hari Pahlawan ini juga diwarnai kirab bendera merah putih sepanjang 173 meter.

GJP Mojosuro ini didahului dengan pemberangkatan kirab bendera pusaka sekitar pukul 14.00 WIB. Bendera sepanjang 173 meter itu dibawa para anggota sebuah komunitas dari Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto menuju titik finish di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Kirab bendera pusaka itu disusul ribuan peserta pawai sepeda onthel. Para onthelis juga diberangkatkan dari Jalan Benteng Pancasila.

Baru kemudian ribuan peserta jalan kaki diberangkatkan dari Jalan Raya Surodinawan, Kota Mojokerto sekitar pukul 15.30 WIB. Pemberangkatan para peserta ini dipimpin langsung Gubernur Jatim Soekarwo atau Pakde Karwo, Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus dan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa.

Gubernur Jatim melepas peserta gerak jalan perjuanganGubernur Jatim melepas peserta gerak jalan perjuangan (Foto: Enggran Eko Budianto)
GJP Mojosuro tahun ini diikuti 589 regu peserta umum, 49 regu pelajar, dan 52 regu dari unsur TNI dan Polri. Sementara peserta perorangan mencapai 2.246 orang.

Sama dengan kirab bendera dan para onthelis, peserta jalan kaki menempuh jarak sekitar 56 km ke Tugu Pahlawan. Tak sedikit dari peserta yang memakai kostum unik, seperti pocong dan jenis hantu lainnya, hingga berdandan seperti banci.

"Ini proses learning (pembelajaran) para pendahulu kita yang berjuangan mengorbankan jiwa dan raga untuk menjaga kemerdekaan 17 Agustus (1945). Ini harus ditularkan, semangat para pejuang," kata Pakde Karwo usai melepas para peserta GJP Mojosuro 2017, Sabtu (18/11/2017).

Pakde Karwo menjelaskan, peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya merupakan jerih payah dari TNI, kiai, dan para santri. Berkobarnya semangat juang rakyat kala itu menyusul resolusi jihad yang ditelurkan KH Hasyim Asy'ari, kakek kandung Gus Dur sekaligus Pendiri Ponpes Tebuireng, Jombang.

Banyak kostum unik dikenakan peserta Banyak kostum unik dikenakan peserta (Foto: Enggran Eko Budianto)
"Sehingga 22 Oktober Kiai Hasyim mengatakan itu bagian dari jihad. Kekompakan rakyat mempertahankan kemerdekaan ini yang harus ditularkan saat ini," terangnya.

Dari Jalan Raya Surodinawan, para peserta GJP Mojosuro menempuh jarak sekitar 56 km. Melalui rute Jalan Brawijaya-Jalan Wahid Hasyim-Jalan Bhayangkara-Jalan Gajah Mada-Jalan Raya Mlirip-By Pass Mojokerto-Pasar Krian-Trosobo-Jalan Kletek-Jalan Sepanjang.

Dari Jalan Sepanjang, para peserta akan diarahkan ke Karang Pilang-Jalan Gunungsari-Kawasan Terminal Joyoboyo-Kebun Binatang Surabaya-Jalan Diponegoro-Jalan Pasar Kembang-Jalan Kedung Doro-Jalan Blauran-Jalan Bubutan-Jalan Pahlawan-Jalan Kebun Rojo dan finish di Tugu Pahlawan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed