Musim Tanam, Petani Probolinggo Dapat Tambahan Pupuk Bersubsidi

M Rofiq - detikNews
Jumat, 17 Nov 2017 12:27 WIB
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Masa tanam padi di musim hujan, petani di Kabupaten Probolinggo diimbau tidak perlu resah kekurangan pupuk. Sebab, Kabupaten Probolinggo akan mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemprov Jatim.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bambang Suprayitno. Menurut Bambang, sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Kabupaten Probolinggo memperoleh tambahan pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 3.000 ton, ZA sebanyak 1.207 ton, SP-36 sebanyak 18 ton, NPK sebanyak 1.748 ton dan pupuk organisasi bersubsidi sebanyak 907 ton.

"Dengan adanya tambahan kuota pupuk bersubsidi tersebut, maka alokasi pupuk bersubsidi mengalami penambahan," kata Bambang saat ditemui di kantornya Jalan Raya Dringu, Jumat (17/11/17).

Rinciannya, urea dari 39.500 ton menjadi 42.500 ton, ZA dari 18.790 ton menjadi 20.047 ton, SP-36 dari 4.063 menjadi 4.320, NPK dari 9.349 ton menjadi 10.966 ton dan pupuk organik bersubsdi dari 3.166 ton menjadi 4.576 ton.

Setelah dipastikan mendapat kuota tambahan pupuk bersubsidi, jelas Bambang, Pemkab Probolinggo langsung membuat Keputusan Kepala Dinas Ketahangan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo tanggal 30 Oktober 2017 Tentang Perubahan ke-IV Alokasi dan HET (Harga Eceren Tinggi) pupuk bersubsidi.

"Hanya saja keputusan tersebut berlaku surut sejak tanggal 25 Oktober 2017," jelasnya.

Bambang menerangkan untuk meratakan kebutuhan pupuk bersubsidi kepada petani, pemkab melakukan realokasi kebutuhan pupuk bersubsidi. Realokasi tersebut dilakukan dengan melihat penyerapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya.

"Serapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya setiap kecamatan tentunya berbeda. Oleh karena itu kami melakukan pemerataan alokasi pupuk bersubsidi ini berdasarkan dengan RDKK. Jika stok pupuk dirasa cukup hingga bulan Desember, maka stok pupuk tidak perlu ditambah. Penambahan stok pupuk dilakukan kepada daerah yang serapannya tinggi," jelasnya.

Dia menambahkan dengan ditambahnya kuota pupuk bersubsidi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi kelangkaan pupuk. Dan diharapkan dukungan semua pihak, terutama para distributor/kios pengecer pupuk dan pihak pabrikan untuk menjaga kondusivitas penyaluran pupuk bersubsidi.

"Kepada para petani, pakailah pemupukan sesuai dosis anjuran dan jangan berlebihan. Efisiensi pemakaian pupuk bersubsidi. Jangan terlalu fokus kepada pupuk Urea, tetapi juga pupuk yang lain sehingga komponen tanah tetap berimbang," tambahnya.

Bambang menambahkan bahwa pihaknya memiliki stok pupuk organik untuk tahun 2018 sehingga petani bisa meminta bantuan kepada DKPP. "Jika sewaktu-waktu ada permintaan silahkan datang kesini. Karena hal ini sudah diatur sesuai SK Permentan No 70 Tahun 2011 Tentang Pupuk Organik, Hayati dan Pembenah Tanah," pungkasnya. (fat/fat)