DetikNews
Kamis 16 November 2017, 17:45 WIB

Komplotan Gendam Dikejar Hingga ke Hutan, Satu Pelaku Tertangkap

Adhar Muttaqin - detikNews
Komplotan Gendam Dikejar Hingga ke Hutan, Satu Pelaku Tertangkap Mobil pelaku terjebak dalam lumpur (Foto: Istimewa)
Trenggalek - Polisi dan ratusan warga Trenggalek melakukan pengejaran komplotan gendam yang beraksi di sejumlah lokasi. Hasilnya, satu tersangka berhasil ditangkap, sedangkan dua tersangka lain melarikan diri ke hutan di wilayah Kecamatan Suruh.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan, selain tersangka, polisi juga mengamankan sebuah mobil Honda Mobilio nomor polisi N 817 VS yang ditinggal para pelaku.

"Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran, semua simpul-simpul yang dimungkinkan sebagai jalur pelarian kami tutup dan dilakukan penyisiran. Masyarakat sejak kemarin ikut membantu melakukan pengejaran," ujarnya kepada detikcom, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, saat ini salah seorang tersangka yang berhasil ditangkap, MAR (55) warga Kabupaten Pasuruan, beserta barang bukti mobil, kain serban serta sejumlah benda pelaku diamankan di Polres Trenggalek guna proses hukum lebih lanjut.

Dijelaskan Sumi, perburuan komplotan gendam tersebut berawal dari aksi para tersangka memperdayai korban Musiyem (77) di Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Trenggalek. Saat itu korban yang sedang berada di depan rumah, didatangi oleh komplotan pelaku yang mengendari mobil.

"Korban diajak masuk ke mobil, di situ salah satu tersangka mengatakan kalau korban menderita penyakit tertentu. Kemudian mereka bilang kalau di mobil itu ada paranormal atau kyai ternama yang bisa menyembuhkan," ujarnya.

Andana menambahkan, dalam aksinya, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari sopir, ajudan hingga kyai. Untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku memakai kostum mirip kyai, lengkap dengan kain serban.

"Oleh pelaku, korban kemudian diperdayai dengan menggunakan ilmu gendam, sehingga korban tanpa sadar menyerahkan perhiasan yang dipakai berupa kalung dan anting, bahkan pelaku ikut membantu mencopot. Kerugian sekitar Rp 3 juta," imbuhnya.

Sumi menambahkan, korban tersadar telah digendam setelah para pelaku pergi meninggalkannya. Saat itu juga dipandu warga, korban melapor ke polisi.

"Begitu ada infomasi itu, tim kami langsung bergerak. Sejumlah polsek juga ikut melakukan penghadangan. Kami juga dibantu oleh warga, ada banyak sekali. Bahkan tanpa bantuan warga sulit untuk menangkap pelaku," katanya.

Perwira pertama ini mengaku, dalam pengejaran tersebut polisi dan warga berhasil mengidentifiksi mobil yang digunakan pelaku. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke wilayah Kecamatan Dongko.

"Kami kejar, pelaku ini belok di kawasan hutan di Blok Tumpak Nongko di Desa Puru, Kecamatan Suruh. Karena habis hujan akhirnya mobil itu terjebak lumpur, sehingga ditinggal pelaku dan kabur ke hutan," imbuhnya.

Dalam proses penyisiran yang dilakukan oleh tim gabungan, salah seorang pelaku MAR berhasil ditangkap saat sedang berada di salah satu warung. Sementara itu dua pelaku lain, hingga kini masih dalam pencarian.

"Kami sudah kantongi identitas para pelaku, saat ini petugas saya masih terus melakukan penyisiran, semoga lekas ketemu," imbuhnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed