Enggan Kena Tilang Lagi, Polisi Akhirnya Mengurus SIM

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 16 Nov 2017 16:38 WIB
Pemuda bernama Polisi mengurus SIM di Polres Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Polisi (22), pemuda asal Kabupaten Pasuruan, memutuskan mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM). Warga Dusun Pangarengan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, ini mengaku tak mau lagi kena tilang dan kucing-kucingan saat ada razia.

Polisi mendatangi Satlantas Polres Pasuruan, Jalan Dr Seotomo, Bangil, Kamis (16/11/2017) siang. Membawa semua berkas kelengkapan dalam sebuah map, dia mengaku siap mejalani tes tulis dan ujian praktik. Ia berharap lulus dan mendapatkan SIM.

Kedatangan Polisi ke Satlantas Polres Pasuruan disambut hangat Kasat Lantas AKP Erika Purnama Putra. Kepada Polisi, Kasat Erika berjanji akan mengganti biaya SIM jika dia lulus tes tulis dan ujian praktik.

"Halo pak Polisi, kalau lulus tes, biaya SIM saya gratiskan," ungkap Erika sembari tersenyum.

Polisi didampingi Kasat Lantas AKP Erika Purnama Putra/Polisi didampingi Kasat Lantas AKP Erika Purnama Putra/ Foto: Muhajir Arifin


Mendapat janji itu, Polisi tampak sumringah. Didampingi Kasat Erika, Polisi menjalani tes tulis dan ujian praktik. Meski harus mengantre layaknya pemohon SIM lain, Polisi tetap sabar.

Setelah hampir dua jam menjalani tes tulis dan ujian praktik, Polisi dinyatakan lulus. Ia kemudian diminta antre pemotretan. Beberapa menit kemudian, Kasat Erika memberinya SIM C.

"Terima kasih pak," kata Polisi saat menerima SIM. "Saya memang belum pernah punya SIM. Selama ini memang belum pernah kena tilang, baru kemarin itu kena tilang di depan polres," kata Polisi.

Polisi mengakui sebenarnya sangat membutuhkan SIM karena sebagai pekerja bangunan, dia sering mondar-mandir dari lokasi satu ke lokasi lain. Tergantung ajakan dari tukang bangunan. Selama ini dia mengaku sering kucing-kucingan dengan petugas atau memilih berhenti saat ada razia.

Polisi jalani tes tulis dan praktek/Polisi jalani tes tulis dan praktek/ Foto: Muhajir Arifin


"Sebenarnya sangat ingin mengurus SIM, tapi katanya susah," terangnya.

Selain karena takut mengurus SIM susah, Polisi juga tidak memiliki banyak waktu luang. Setiap hari dia harus terus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup ibu, adik dan kakeknya. Biaya pembuatan SIM, bagi kuli bangunan seperti Polisi, sangat terasa berat.

Sementara Kasat Erika mengatakan, Polisi memang kena tilang saat Operasi Zebra pada 6 November lalu. "Anggota sempat keheranan ada orang bernama Polisi. Sempat tidak percaya. Tapi begitu melihat KTP, mereka percaya dan tersenyum," jelasnya.

Sejak mendapat laporan dari anggotanya, Erika mengaku simpati dengan Polisi. Ia pun bernazar akan membebaskan biaya SIM gratis jika Polisi mau mengurus SIM dan lulus tes tulis serta ujian praktek.

"Semoga SIM ini bermanfaat bagi dia. Dia jadi lebih tenang saat bekerja," terangnya.

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)