DetikNews
Rabu 15 November 2017, 15:30 WIB

Perairan Laut di Banyuwangi Berubah Warna-warni

Putri Akmal - detikNews
Perairan Laut di Banyuwangi Berubah Warna-warni Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Banyuwangi Festival yang dilakukan sejak 7 tahun lalu menularkan semangat merekat dalam keseharian masyarakat. Berbekal swadaya masyarakat, warga juga ikutan tren ala Banyuwangi Festival saat mengemas tradisi dan budaya yang tak kalah apik memancing kunjungan wisata.

Seperti pelestarian tradisi Rebo Pungkasan Petik Laut di Pantai Waru Doyong, Kalipuro. Kini tradisi itu tak hanya melarung sesaji, tapi juga diisi lomba perahu nelayan. Tarian gandrung, hiburan barong dan jaranan juga ikut disertakan.

Ketua Panitia Rebo Pungkasan Petik Laut Waru Doyong, Sujarno (48) menyebutkan, ada sekitar 60 lebih perahu nelayan berasal dari Bali dan Banyuwangi yang ikut perlombaan. Para peserta yang didominasi nelayan itu berebut tropi bergilir dan uang tunai.

"Ada sekitar 60 perahu nelayan dari Bali dan Banyuwangi ikut serta. Mereka adu kecepatan. Hadiahnya ada tropi bergilir dan tabanas," ujar Sujarno sambil mengecek jumlah peserta lomba perahu layar di Pantai Waru Doyong, Kalipuro, Rabu (15/11/2017).

Pantauan detikcom, masing-masing perahu layar yang ikut bertanding dikendarai 2 nelayan. Satu orang berpegang sebagai kemudi dan seorang lainnya sebagai pendayung. Tinggi layar perahu juga dibatasi tak boleh lebih dari 7,30 meter.

Menurut Sujarno, para peserta ini diajak berpacu adu kecepatan mengarungi Selat Bali sejauh 4 mil. Rata-rata jarak tersebut bisa ditempuh dengan waktu 30 menit. Tak ayal semangat dan kehebohan kegiatan ini mengundang kunjungan wisatawan.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko yang ikut menghadiri acara mengaku pihaknya selalu mendukung kegiatan masyarakat yang mengangkat budaya serta kearifan lokal setempat. Apalagi inisiatif masyarakat ini juga bagian dari promosi daerah.

"Muncul inisiatif masyarakat untuk ikut berpartisipasi mempromosikan daerah ini merupakan tren dan iklim yang bagus. Apalagi mengangkat tradisi lokal begini, selain untuk menjaga keberlanjutannya, ini adalah ikhtiar untuk mengenalkan kebudayaan lokal kepada publik global," tutup mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi periode (2010-2015) tersebut.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed