DetikNews
Rabu 15 November 2017, 15:09 WIB

Jalan Desa di Mojokerto Rusak, Ini Kata Anggota Dewan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jalan Desa di Mojokerto Rusak, Ini Kata Anggota Dewan Jalan desa di Mojokerto rusak/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Keluhan warga Desa Dukuhngarjo terkait jalan desa yang rusak parah, mendapat respons dari Komisi C DPRD Mojokerto. Mereka melakukan sidak ke area pertambangan batu yang disebut-sebut menjadi penyebab kerusakan jalan tersebut.

Kerusakan jalan di Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, tergolong parah. Jalan poros desa yang dulunya beraspal, kini berubah menjadi berlumpur dan berlubang. Lapisan aspal tak lagi nampak.

Setelah mendengar keluhan warga di kantor Desa Dukuhngarjo, rombongan Komisi C menuju ke area pertambangan batu yang terletak di sisi barat desa ini. Anggota dewan didampingi sejumlah staf dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Perizinan, Dinas Lingungan Hidup (DLH) dan Satpol PP.

"Lahan yang digali ini tak masuk wilayah izin usaha pertambangan (WIUP), pertambangan ini ilegal, tak ada izinnya sama sekali," kata Anggota Komisi C DPRD Mojokerto Muhammad Saikhu Subkhan kepada wartawan di lokasi, Rabu (15/11/2017).

Lantaran pertambangan batu ini ilegal, lanjut Saikhu, banyak merugikan warga sekitar sekaligus merusak lingkungan. Salah satunya kedalaman galian melebihi ketentuan, yang seharusnya maksimal 5 meter menjadi 8 meter. Tanah yang digarap untuk pertambangan ini sekitar 6.000-7.000 meter persegi.

"Teknis penggaliannya merugikan masyarakat, penggalian berjarak hanya 3 meter dari tiang listrik PLN, minimal kan 50 meter. Batas minimal dengan lahan sekitar harus lebih dari 5 meter, ini tak sampai 1 meter. Merusak lingkungan karena tentunya tak ada reklamasi, Pemkab juga dirugikan dalam hal PAD," ujarnya.

Area pertambangan batu di Mojokerto/Area pertambangan batu di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto


Pada kesempatan itu, Saikhu juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkab Mojokerto yang terkesan tutup mata. "DLH, Pertanian harusnya tahu lebih dulu, Satpol PP harusnya melaporkan ke kami. Mereka tahu tapi berdiam diri. Kami justru tahunya dari keluhan masyarakat," ungkapnya.

Atas temuan ini, tambah Saikhu, DPRD Kabupaten Mojokerto akan membuat rekomendasi yang akan ditujukan ke Bupati dan Polres Mojokerto.

"Rekomendasi kami ke bupati dan aparat penegak hukum agar segera menutup tambang ini, Kelanjutannya ranahnya kepolisian. Upaya kami hanya untuk mencegah kerugian masyarakat yang lebih besar," terangnya.

Perwakilan warga Desa Dukuhngarjo Rinawati (52) menuturkan, jalan poros desa rusak parah sejak sekitar 5 tahun yang lalu. "Penyebabnya truk-truk pengangkut batu dari tambang," jelasnya.

Rusaknya jalan di desanya, kata Rinawati, mengakibatkan banyak warga yang menjadi korban. Jalan yang licin akibat lumpur dan berlubang, membuat warga yang melintas kerap kali celaka.

"Kami berulang kali demo ke desa tidak ada respons. Baru hari ini Dinas PU menjanjikan jalan ini akan dicor tahun depan," tandasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed