DetikNews
Rabu 15 November 2017, 13:59 WIB

Barang Bukti Limbah Batu Bara Bakar Kaki 5 Warga Dibersihkan, Ada Apa

Enggran Eko Budianto - detikNews
Barang Bukti Limbah Batu Bara Bakar Kaki 5 Warga Dibersihkan, Ada Apa Limbah B3 diangkut truk/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Penanganan kasus dumping limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) sisa pembakaran batu bara jenis bottom ash oleh Polsek Trowulan, Mojokerto, jalan di tempat. Polisi justru meminta pemerintah Desa Domas untuk membersihkan barang bukti timbunan limbah batu bara dari lokasi.

Pembersihan timbunan limbah batu bara sejak pagi tadi berlangsung di jalan desa, tepatnya di Dusun Temboro, Desa Domas, Trowulan. Pekerja menggali timbunan limbah di jalan untuk diangkut menggunakan truk.

Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan mengatakan, penggalian limbah batu bara yang membakar kaki 5 warga itu dilakukan atas permintaan warga. Menurut dia, pembersihan limbah B3 tersebut sudah melalui beberapa kali rapat dengan warga setempat.

Baca Juga: Limbah Batu Bara Bakar Kaki 5 Warga Mojokerto, Tiga Anak-anak

"Kami tak berniat menghilangkan barang bukti. Karena sampel barang bukti sudah kami ambil. Itu kan jalan umum, kalau dipolice line akan mengganggu akses warga," kata Sulkan kepada detikcom di kantornya, Jalan Raya Trowulan, Rabu (15/11/2017).

Sulkan memastikan proses penyelidikan terhadap kasus dumping limbah B3 yang mengakibatkan kaki 5 warga terbakar, akan tetap dilakukan. Hanya saja penanganan kasus ini jalan di tempat. Pasalnya, sejak mencuat tiga bulan yang lalu, sampai saat ini polisi belum menemukan pelaku dumping limbah B3 ini.

"Kesulitan kami di keterangan saksi yang melihat langsung pembuangan limbah tersebut, itu diperlukan karena arahnya ke pihak yang dilaporkan," ujarnya.

Sejauh ini, kata Sulkan, pihaknya telah meminta keterangan 12 orang saksi. Para saksi terdiri dari unsur korban, perangkat Desa Domas dan pelaksana proyek pembangunan tembok penahan tanah di sepanjang jalan yang diuruki limbah batu bara.

Setelah pembersihan limbah dari lokasi, pihaknya akan memintai keterangan Kepala Desa Domas yang diyakini mengetahui persis pelaku dumping limbah B3 tersebut.

"Sampai saat ini pihak perangkat desa mengaku tidak tahu, setelah pembersihan limbah selesai, kami akan panggil kadesnya. Sudah saya buatkan surat panggilan," terangnya.

Dikonfirmasi di lokasi penggalian limbah, Kades Domas Surasa berdalih tak mengetahui pelaku pembuangan limbah batu bara tersebut. Padahal limbah B3 itu digunakan untuk menguruk proyek Desa Domas, yakni perluasan jalan desa dengan pembangunan tembok penahan tanah.

"Kami tak minta, tahu-tahu (limbah batu bara) sudah ada di jalan berupa tumpukan, kami kerahkan warga untuk menguruk jalan," ungkapnya.

Pengurukan jalan menggunakan limbah B3 ini, tambah Surasa, terjadi sekitar Agustus 2016. Di jalan desa sepanjang 555 meter itu terdapat 6 titik yang diuruk menggunakan limbah batu bara. Volume limbah tersebut mencapai 10 rit.

Baca Juga: DLH Mojokerto Pastikan Limbah yang Bakar Kaki 5 Warga Jenis B3

"Ini kami bersihkan, limbahnya kami berikan ke pengrajin bata merah untuk bahan bakar. Setelah itu jalan yang berlubang ini kami uruk dengan sirtu," tandasnya.

Kaki lima warga terbakar setelah menginjak limbah batu bara di jalan Dusun Temboro, Desa Domas, Trowulan, Mojokerto. Insiden yang dialami korban beruntun sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2017.

Luka bakar yang dialami para korban mengakibatkan kulit mengelupas. Bahkan ada yang terbakar sampai lutut. Sementara limbah batubara itu diduga sengaja ditimbun di lokasi untuk urukan perluasan jalan kampung setelah pembangunan tembok penahan tanah.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed