Kumpulkan Serikat Pekerja, Ini Pesan Kapolda Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 07 Nov 2017 13:59 WIB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengumpulkan puluhan pimpinan dari berbagai serikat pekerja di Jatim. Kapolda pun memberikan pesan kepada serikat pekerja. Apa pesannya.

"Ngobrol bersama para pimpinan pekerja ini sudah rutintas, sekaligus silaturrahmi," kata Irjen Pol Machfuf Arifin di sela acara Silaturrahmi Kapolda Jatim bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam rangka Koordinasi berkaitan dengan UMK (upah minimum kabupaten/kota) dan UMSK (Upah minimum sektoral kabupaten/kota) Tahun 2018 di lobby Gedung Tribata, Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (7/11/2017).

Dalam ajang silaturrahmi dengan serikat pekerja, kapolda menyampaikan pesan-pesannya. Diantaranya, tetap menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan di Provinsi Jawa Timur.

"Yang kita harapkan, para serikat pekerja para pimpinan pekerja untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah Jawa Timur. Kalau situasi aman dan kondusif, juga aman untuk bekerja," terangnya.

Kapolda kelahiran Kota Surabaya ini juga berpesan kepada serikat pekerja. Terutama terkait agenda yang sangat dekat ini yakni penetapan UMK Tahun 2018.

"Penetapan UMP sudah diputuskan. Nanti penetapan UMK kabupaten dan kota pada 21 November. Mudah-mudahan ada titik temu. Ada masalah, ya dikomunikasikan yang baik," harapnya.

Seandainya para serikat pekerja atau buruh tetap menyuarakan aspirasinya dengan melakukan aksi demo. Kapolda tidak mempermasalahkan.

"Aksi (demo) boleh, yang penting tetap tertib. Tidak mengganggu keamanan dab ketertiban umum. Jaga ketertiban sesuai diatur undang-undang," jelasnya.

Ahmad Fauzi, Ketua SPSI Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jatim yang memfasilitasi pertemuan silaturrahmi ini.

"Pertemuan ini tidak ada maksud apa-apa, hanya silaturrahmi dengan kapolda. Kita berharap, kapolda-kapolda selanjutnya juga dapat melakukan silaturrahmi seperti yang dilaksanakan Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Fauzi juga menyampaikan agar UMP (upah minimum provinsi) yang sudah digedok oleh Gubernur Jawa Timur akan tidak berlaku, setelah gubernur menetapkab UMK Tahun 2018. Pihaknya juga berjanji akan tetap menjaga keamanan dan kondusifitas Jawa Timur.

"Kita tetap melakukan dialog. Namun kita tidak boleh alergi melakukan unjuk rasa," kata Fauzi.

Usai acara silaturrahmi, kapolda mengajak pimpinan serikat pekerja meninjau proyek pembangunan Masjid Nurul Huda komplek Mapolda Jatim. (roi/bdh)