RS dr R Soedarsono Bantah Ada Surat Damai ke Keluarga Dedy

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 06 Nov 2017 19:03 WIB
Makam Dedy di Probolinggo (Foto: M Rofiq)
Makam Dedy di Probolinggo (Foto: M Rofiq)
Pasuruan - Keluarga Mochamad Dedy Irawan mengaku menerima surat yang dianggap sebagai surat 'damai' dari pihak Rumah Sakit dr R Soedarsono. Pengakuan tersebut dibantah pihak rumah sakit.

"Mohon maaf, kami tidak pernah mengajukan surat damai. Kami hanya mengajukan surat permintaan pembongkaran makam untuk pemindahan jenazah. (Surat tersebut) untuk dapat ditandatangani oleh orangtua korban sebagai kelengkapan administrasi," kata Humas RSUD dr R Soedarsono Pasuruan, Dya Luciana, melalui pesan WhatsApp kepada detikcom, Senin (6/11/2017).

Dya mengatakan surat tersebut disodorkan pada keluarga korban, saat makam korban hendak dibongkar untuk dipindahkan ke kampung halaman pada Jumat (3/11/2017).

"Kami berikan saat pembongkaran makam," jelas Dya.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa penguburan korban sudah sesuai SOP. Bahkan, sebelum meninggal, pertolongan juga sudah diberikan secara maksimal.

"Bantuan penyelamatan dasar sudah kami lakukan. Dua kali kami lakukan pijat jantung karena dua kali nadi dan nafasnya tak ada. Namun akhirnya korban tak tertolong," ungkapnya.

Pengakuan adanya surat 'damai' yang disebut Djumat, ayah Dedy, diaku oleh Djuat terjadi saat sesudah pembongkaran, pihak RS Soedarsono, tiba-tiba menyodorkan surat pernyataan 'damai' dan tidak akan menuntut pihak RS yang diduga lalai dalam kasus ini.

"Setelah dilakukan pembongkaran makam, saya disodori surat pernyataan. Setelah saya teliti isi suratnya ada kalimat yang janggal," kata Djumat.

Dalam surat 'damai' itu seolah ditulis oleh keluarga korban sebagai surat permohonan untuk dilakukan pembongkaran makam Dedy Irawan.

Surat itu menurut pengakuan Djumat bertuliskan 'Dalam Hal Pelaksanaan Kegiatan ini, Kami tidak akan menuntut apapun kepada pihak RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan, baik dalam ranah hukum, etik, moril maupun materil. Juga kami sampaikan terimakasih atas segala fasilitasinya'.

Namun surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6 ribu itu ditolak oleh Djumat. Djumat tidak menyangka jika pihak rumah sakit akan berbuat seperti itu pada pihaknya. (iwd/iwd)