Robot Sumo Karya Santri di Mojokerto Juara Lomba di Jepang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 06 Nov 2017 16:35 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Santri di Mojokerto juga tak mau kalah dengan pelajar sekolah umum lain, untuk mengukir prestasi dalam kompetisi tingkat internasional. Robot Sumo karya mereka sukses menjadi juara di ajang Osaka Robotic Games 2017 di Osaka, Jepang.

Santri berprestasi itu salah satunya Nur Amalina Nejihat (17). Santri kelas XII SMA Unggulan Harapan Ummat Ponpes Darul Ulum, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto ini meraih juara pertama kategori robot Sumo Remote Controll tingkat SMA (senior high school) di ajang Osaka Robotic Games 2017.

Kompetisi robot yang digelar di Osaka Jepang 25-31 Oktober ini digelar International Robotic Training and Competitions (IRTC). "Kategori Sumo ini adu kuat robot, alhamdulillah saya menang setelah mengalahkan peserta dari Malaysia," kata Amalina kepada wartawan di sekolahnya, Senin (6/11/2017).

Robot Sumo Karya Santri di Mojokerto/Robot Sumo Karya Santri di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto


Dalam perlombaan itu, Amalina mengaku mengikuti 3 kategori kompetisi robot, yakni robot Sumo, Soccer dan Maze Solving. Namun, dia mengalami kegagalan di dua kategori lainnya.

Untuk mendapatkan kemenangan itu, Santri asal Sooko, Mojokerto ini mengaku harus berlatih keras sejak 6 bulan yang lalu. Putri Masrukhan dan Nur Faizah ini rela tidur larut malam untuk memprogram robot miliknya agar mampu bertarung dengan peserta lain.

"Harapannya robot ini bisa dikembangkan, santri yang lainnya juga bisa belajar," ujarnya.

Selain Amalina, Masyita Attahirah (14) juga sukses mengukir prestasi di Osaka Robotic Games 2017. Santri kelas IX SMP Unggulan Harapan Ummat Ponpes Darul Ulum ini meraih juara ke dua kategori robot Sumo Remote Controll tingkat SMP (junior high school).

Robot Sumo Karya Santri di Mojokerto/Robot Sumo Karya Santri di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto


Pembina Club Dunia Robot yang mendampingi kedua santri Armin Irawan mengakui masih banyak kekurangan pada robot karya para santri. Untuk kompetisi kategori robot Soccer dan Maze Mesolving, robot mereka kalah bagus dengan peserta lain.

"Kesulitannya memang robot peserta lain bagus-bagus, tak ada eror. Saat kami ikut kategori mesolving, kami terkendala error di baterai," ungkapnya.

Namun pengalaman pertama santri Darul Ulum mengikuti kompetisi tingkat internasional, lanjut Armin, setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi mereka. "Semoga santri bisa menimba ilmu di negara maju seperti Jepang. Karena Januari tahun depan kami akan mengikuti lomba di Singapura yang diselenggarakan Nanyang University," tandasnya. (fat/fat)